JAWA BARAT — Apple akhirnya masuk pasar foldable. Perangkat bernama iPhone Duo ini diperkenalkan dalam acara "Surprise and Shine" di Apple Park, dan sejumlah jurnalis senior sempat mencobanya langsung di ruangan yang penuh sesak. Karena unit baru tersedia 23 Oktober, perbandingan ini belum bisa disebut ulasan penuh — ini baru sebatas spesifikasi resmi dan kesan singkat dari sesi demo.
Yang menarik, keduanya sama-sama mengusung layar lipat 7,6 inci dan menyasar segmen premium. Tapi begitu angka harga dan lembar spesifikasi dibuka, karakter keduanya langsung kelihatan berbeda.
Harga: iPhone Duo Lebih Murah dari Rumor, Tapi Varian 2TB Jauh Lebih Mahal
Harga final iPhone Duo USD 1.999 terasa sebagai kejutan menyenangkan bagi calon pembeli yang sempat mendengar rumor USD 2.000–2.300. Angka itu masih investasi besar, terlebih Galaxy Z Fold 8 dibanderol mulai USD 1.899,99 dengan penyimpanan dasar 256GB yang bisa ditingkatkan.
Perbedaan baru terasa di varian tertinggi. iPhone Duo versi 2TB dibanderol USD 3.199, sementara Galaxy Z Fold 8 tidak menyediakan opsi 2TB sama sekali. Artinya, Apple menawarkan ruang penyimpanan lebih besar untuk pengguna yang butuh kapasitas ekstrem — dengan konsekuensi harga yang jauh melompat.
- iPhone Duo: mulai USD 1.999, varian tertinggi 2TB USD 3.199
- Galaxy Z Fold 8: mulai USD 1.899,99, kapasitas dasar 256GB, tanpa opsi 2TB
Desain: Sudut Membulat vs Kotak Fungsional, Samsung Lebih Tipis
iPhone Duo tampil dengan sudut membulat dan layar luar berbentuk D yang sempat mengingatkan pada Google Pixel 11 Pro Fold. Setelah peluncuran resminya, banyak pengamat menilai Apple berhasil mengeksekusi desain ini dengan apik — perangkat terlihat ramping, futuristik, dan lebih artistik ketika dibuka.
Galaxy Z Fold 8 justru tampil lebih kotak dan utilitarian. Keduanya sama-sama sangat tipis. iPhone Duo menjadi ponsel tertipis Apple dengan ketebalan 5,2mm saat dibuka, tapi Galaxy Z Fold 8 lebih tipis lagi di 4,5mm dan bobotnya jauh lebih ringan.
Soal ketahanan, iPhone Duo mengantongi sertifikasi IP68 untuk air dan debu, lebih tinggi dibanding IP48 milik Galaxy Z Fold 8. Ini poin yang jarang dibahas di foldable, padahal relevan untuk pemakaian harian di Indonesia yang lembap dan berdebu.
Layar: Nyaris Identik, Nano-Texture Jadi Pembeda
Secara spesifikasi, kedua perangkat nyaris kembar di sektor layar. iPhone Duo mengusung layar dalam Super Retina XDR 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Galaxy Z Fold 8 memakai panel AMOLED 7,6 inci dan 5,5 inci. Keduanya mendukung refresh rate 120Hz dengan kecerahan puncak hingga 3.000 nits.
Keunggulan iPhone Duo terletak pada lapisan nano-texture premium yang meminimalkan pantulan cahaya. Kombinasi Liquid Glass, Super Retina XDR, dan nano-texture membuat crease atau lipatan layar nyaris tak terlihat dalam foto dan video awal. Galaxy Z Fold 8 juga punya crease yang hampir tak terlihat — tak heran, Apple menunjuk Samsung sebagai pemasok panel fleksibelnya.
Kamera: Apple Kompromi Lebih Sedikit di Selfie
Galaxy Z Fold 8 kerap dikritik karena kamera menjadi titik lemah perangkat ini. Pengguna yang menginginkan susunan kamera kelas Pro harus beralih ke Galaxy Z Fold 8 Ultra yang lebih mahal. iPhone Duo tampaknya mengambil pendekatan berbeda dengan kompromi yang lebih sedikit.
iPhone Duo dibekali kamera utama 48MP, ultra-wide 48MP, kamera selfie Center Stage 12MP, serta kamera FaceTime di bawah layar. Galaxy Z Fold 8 mengandalkan kamera wide 50MP, ultrawide 50MP, dan selfie 10MP.
Meski angka 50MP terlihat lebih besar, kualitas gambar juga ditentukan prosesor — dan chip A20 Pro disebut-sebut sebagai monster baru Apple. Kamera selfie menjadi area di mana Apple tampak unggul. Kamera selfie 10MP Galaxy Z Fold 8 dinilai kurang memuaskan karena hanya memakan ruang layar dalam. Kamera FaceTime di bawah layar mungkin punya isu kualitas, tetapi tidak mengambil ruang piksel berharga, ditambah kehadiran kamera Center Stage tambahan di bagian belakang.
Dapur Pacu: A20 Pro vs Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy
iPhone Duo mengandalkan chipset Apple A20 Pro dengan RAM 12GB hingga 24GB. Galaxy Z Fold 8 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan RAM 12GB hingga 16GB. iPhone Duo hadir dalam warna white dan deep blue.
Angka RAM hingga 24GB di iPhone adalah hal yang tidak biasa — Apple biasanya lebih konservatif soal memori. Ini bisa jadi sinyal bahwa Apple menyiapkan iPhone Duo untuk beban kerja yang lebih berat, kemungkinan multitasking atau aplikasi profesional.
StandBy Mode: Sentuhan yang Bikin iPhone Duo Terasa Beda
Apple gencar memperlihatkan iPhone Duo yang berfungsi sebagai jam alarm pintar di meja samping tempat tidur. Ini bagian dari StandBy mode yang memungkinkan pengguna mengubah iPhone Duo menjadi jam, bingkai foto, atau tampilan cuaca, kalender, dan widget favorit.
Galaxy Z Fold 8 juga mendukung multitasking dan aplikasi berdampingan, karena memang dirancang untuk produktivitas. Namun StandBy mode Apple menjadi sentuhan berbeda yang menarik, terutama prospek memakai iPhone Duo sebagai bingkai foto pintar di meja kerja.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan
- iPhone Duo baru rilis 23 Oktober — ulasan menyeluruh soal performa, baterai, dan durabilitas engsel belum tersedia
- Harga varian 2TB iPhone Duo melompat jauh ke USD 3.199, selisih lebih dari USD 1.200 dari harga dasar
- Galaxy Z Fold 8 lebih tipis dan lebih ringan, plus lebih murah USD 100 di varian dasar
- Belum ada informasi resmi soal harga dan ketersediaan di Indonesia untuk kedua perangkat
Untuk sekarang, keduanya punya keunggulan masing-masing. iPhone Duo menang di sertifikasi IP68, kapasitas penyimpanan hingga 2TB, dan pendekatan kamera yang lebih agresif. Galaxy Z Fold 8 menang di bobot, ketebalan, dan harga varian dasar.
Verdict sesungguhnya baru bisa diberikan setelah iPhone Duo benar-benar dipakai jangka panjang — terutama soal durabilitas engsel, ketahanan layar lipat, dan apakah RAM 24GB benar-benar terasa manfaatnya di penggunaan harian. Sampai 23 Oktober, perbandingan ini masih sebatas lembar spesifikasi dan kesan singkat di ruang demo.