Pendakian Gunung Gede Pangrango Masih Ditutup, BBTNGGP Belum Tetapkan Jadwal Pembukaan

Penulis: Khoirul Anwar  •  Sabtu, 19 September 2026 | 14:46:01 WIB

CIANJUR — Penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Gede Pangrango masih berlaku hingga kini. BBTNGGP memperpanjang masa penutupan mulai 1 September 2026 dan belum menetapkan kapan jalur dibuka kembali. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Kepala Balai Besar TNGGP Nomor SE.21/2026.

Perpanjangan diambil setelah kebakaran melanda kawasan Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon. Meski api sudah dipadamkan, pengelola menilai risiko kebakaran masih tinggi selama musim kemarau berlangsung.

Mengapa Penutupan Tidak Dibatasi Tanggal Tertentu

Musim kemarau membuat rumput dan pepohonan di kawasan taman nasional mengering, terutama di sekitar puncak dan kawah. Kondisi itu membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Potensi kebakaran bisa muncul dari faktor alam maupun aktivitas manusia.

Karena itu, BBTNGGP tidak menetapkan penutupan sampai tanggal tertentu. Pembukaan kembali akan menunggu kondisi yang dinilai benar-benar aman bagi pendaki maupun ekosistem.

Penutupan juga dimaksudkan mendukung pemulihan ekosistem pascakebakaran di Alun-alun Suryakancana dan Kawah Wadon. Kedua titik itu berada di jalur dan menjadi tujuan utama pendakian Gunung Gede.

Petugas Ditempatkan di Jalur dan Pintu Masuk

Petugas disiagakan di sepanjang jalur serta pintu masuk pendakian untuk mencegah pendakian ilegal. BBTNGGP turut melibatkan warga di sekitar kaki gunung dalam pengawasan dan pelaporan.

Pendaki yang tetap memaksakan naik selama jalur ditutup dapat dikenai sanksi administratif hingga larangan mendaki di kawasan taman nasional.

Pendaki Bisa Ajukan Refund atau Jadwal Ulang

Calon pendaki yang sudah memesan jadwal sejak 1 September dapat mengajukan pengembalian biaya atau mengatur ulang jadwal. Pengajuan refund dilakukan melalui nomor WhatsApp resmi pengelola.

Penjadwalan ulang dapat dilakukan lewat sistem perizinan pendakian TNGGP. BBTNGGP mengimbau calon pendaki tidak menjadikan informasi dari kanal tidak resmi sebagai dasar berangkat.

Status pendakian Gunung Gede Pangrango bersifat dinamis. Pembukaan kembali perlu mengacu pada pengumuman resmi BBTNGGP.

Wisata Nonpendakian Diperiksa Terpisah

Penutupan mencakup aktivitas pendakian ke Gunung Gede dan Pangrango dalam kawasan taman nasional. Informasi soal kegiatan wisata nonpendakian perlu diperiksa terpisah karena tidak otomatis memiliki status operasional yang sama dengan jalur pendakian.

Calon pendaki yang merencanakan perjalanan pada akhir pekan 19–20 September diminta menunda pendakian. Perkembangan terbaru dapat dipantau melalui kanal resmi TNGGP.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: lintaspriangan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top