BOGOR — SD Bosowa Bina Insani menggelar Parents Teachers Learning Program (PTLP) di sekolah tersebut, Jumat (18/9/2026). Program itu menyasar orang tua murid kelas 1 dan orang tua murid pindahan. Tujuannya memperkuat sinergi pendidikan antara pihak sekolah dan orang tua.
Materi yang diberikan mencakup delapan topik: Mengenal Webbing Perkembangan, Pijakan (Scaffolding), Pilar Bosowa School, The Glance of Beyond Centre and Circle Time (BCCT), Multiple Intelligences, 7 Essential Life Skills, Circular Domain, Tahap Perkembangan Usia 7-12 Tahun, dan Islamic Studies Values.
Tiga pemateri mengisi sesi tersebut. Tuesty Septiyanty, M.Pd., Wakil Kepala Sekolah SD Bosowa Bina Insani, membawakan makalah "Webbing, Scaffolding Bosowa School Pilars".
Tjutju Herawati, M.Pd., Penanggung Jawab atau PIC Kurikulum Bosowa School, menyampaikan makalah "Beyond Centre and Circle Time Curricular Domains Multiple Intelligences Seven Essential Life Skills".
Edi Mawardi, MA, Guru Senior SD Bosowa Bina Insani, memaparkan makalah "Perkembangan Otak Anak sebagai Dasar Pembelajaran".
PTLP dibuka secara resmi oleh Chief Academic Officer (CAO) Sekolah Bosowa Bina Insani, Haposan Andy Citra, M.Pd. Ia menyebut kegiatan ini sebagai upaya menyamakan persepsi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik anak.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para orang tua dalam acara PTLP ini. Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyamakan persepsi antara pihak sekolah dan orang tua dalam mendidik anak-anak kita. Kita harus bersama-sama membangun pola pendidikan. Pendidikan di sekolah harus seimbang dengan pendidikan di rumah," kata Haposan Andy.
Ia menambahkan, Sekolah Bosowa Bina Insani (SBBI) menyelenggarakan pendidikan dari jenjang KB-TK, SD, SMP, dan SMA.
"Kami punya harapan yang tinggi bahwa kelak para lulusan Sekolah Bosowa Bina Insani menjadi pemimpin bangsa. Untuk itu, kita semua perlu kehati-hatian dalam mendidik anak-anak kita agar mempunyai pribadi yang positif dan bertanggung jawab ke depan," ujarnya.
Haposan Andy menyoroti pola Tahapan Perkembangan yang diterapkan di SBBI. Pola itu menyangkut lima domain: kognitif, psikomotorik, afektif, bahasa, dan sosial.
"Pola Tahapan Perkembangan ini penting untuk sama-sama kita implementasikan di rumah dan di sekolah. Ini menyangkut lima domain, yakni: kognitif, psikomotorik, afektif, bahasa, dan sosial," ujarnya.
Para siswa SBBI dari KB-TK sampai SMA tidak hanya menerima rapor akademik. Mereka juga mendapat laporan tahapan perkembangan yang bisa langsung diketahui orang tua dari waktu ke waktu.
"Kalau para siswa Sekolah Bosowa Bina Insani melanjutkan jenjang pendidikannya dari jenjang KB-TK ke SD, kemudian ke SMP, dan ke SMA Bosowa Bina Insani, maka pantauan dan laporan tahap perkembangan tersebut akan terus berkesinambungan," kata Haposan Andy.
Haposan Andy menilai tantangan dunia pendidikan selalu dinamis. Karena itu, ia menekankan setiap acara di SBBI harus berdampak pada tiga hal: perkembangan peserta didik, kepuasan orang tua, dan ketepatan sasaran bagi lembaga.
"Ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama. Untuk itu, perlu kerja sama orang tua dan sekolah. Intinya adalah bagaimana anak-anak kita mampu beradaptasi di manapun berada. Satu kata yang selalu saya pesankan kepada para siswa Sekolah Bosowa Bina Insani: Jangan pernah tinggalkan shalat," ujarnya.