JAWA BARAT — Gaya berpakaian anak muda Jakarta Selatan yang dulu dianggap lokal kini jadi kiblat fesyen nasional. Dari layering oversized sampai aksen warna mencolok, kenali ciri khas, padu padan, dan merek lokal yang mendukung tampilan skena dan estetik ini.
Anak muda Jakarta Selatan punya cara berpakaian yang terlihat simpel tapi selalu menarik perhatian. Gaya ini awalnya cuma nongkrong di kafe-kafe Jaksel, sekarang diadopsi anak muda di berbagai kota besar Indonesia.
Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat. Bagi Generasi Z, pakaian jadi alat komunikasi identitas dan cara menantang norma berpakaian yang kaku.
Istilah skena berasal dari kata Inggris "scene", merujuk pada komunitas dengan minat serupa yang sering anti-arus utama. Di Indonesia, skena juga dikenal sebagai akronim dari "sua, cengkerama, dan kelana".
Secara historis, subkultur scene muncul awal 2000-an di Amerika Serikat dari gerakan emo. Cirinya celana jins ketat, pakaian warna cerah, poni panjang, dan rambut diwarnai mencolok.
Sementara estetik mengacu pada gaya dengan nilai seni tinggi dan keunikan visual. Kata ini berasal dari bahasa Yunani kuno "aisth?tikos" yang berarti persepsi atau pemahaman sensorik.
Perkembangan estetik sangat dipengaruhi budaya digital. Platform seperti Tumblr, Instagram, Pinterest, dan TikTok jadi ruang kurasi konten yang mencerminkan identitas visual seseorang.
Anak muda Jaksel dikenal modis tanpa berlebihan. Mereka sering pakai teknik layering atau busana berlapis dengan bahan ringan, menyesuaikan cuaca Jakarta yang panas.
Warna dasar biasanya netral dan nude, dipadukan aksen mencolok untuk kesan segar. Hasilnya tampilan casual chic yang terlihat effortless tapi tetap standout.
Pakaian oversized seperti kaos, hoodie, celana kargo, dan sneakers jadi andalan anak muda perkotaan. Kemeja motif stripes atau floral juga wajib ada sejak 2016.
Beberapa padu padan populer bisa jadi inspirasi gaya harian. Mulai dari tube top atau tank top polos sebagai dasar, lalu dilapisi blazer crop warna nude atau krem.
Potongan crop membantu tubuh terlihat lebih proporsional. Celana high-waist putih atau netral seperti beige, krem, dan khaki dengan model straight atau wide leg bikin kaki tampak jenjang.
Aksesori jadi kunci untuk menonjolkan outfit tanpa berlebihan. Kalung simpel, cincin tipis, gelang rosegold, dan shoulder bag warna mencolok seperti merah atau hijau botol bisa jadi statement item.
Untuk sepatu, heels nude cocok untuk acara formal, sementara sneakers putih memberi kesan santai. Model klasik sampai chunky sneakers sama-sama bisa dipakai.
Gaya feminine menswear yang memadukan blazer maskulin dengan busana feminin juga sedang tren. Pakaian motif tie-dye dari bahan rayon populer untuk aktivitas santai di rumah atau hangout.
Banyak merek lokal menawarkan koleksi yang cocok untuk gaya ini. Shopatvelvet, Callie Cotton, Josephinne Anni, 3Mongkis, dan ATS The Label menyediakan atasan basic warna netral dengan potongan rapi.
Erigo, yang dikenal hingga mancanegara, menghadirkan streetwear berupa hoodie, jaket, dan t-shirt oversized yang nyaman dan modern. Public Culture menonjolkan desain grafis artsy yang unik.
Media sosial berperan besar menyebarkan tren ini. Kreator konten di TikTok dan Instagram membagikan inspirasi outfit skena yang cepat diadopsi di berbagai kota.
Mulai dari item dasar yang sudah ada di lemari. Kaos polos, celana high-waist netral, dan sneakers putih bisa jadi fondasi tampilan skena yang mudah dipadukan.
Tambahkan satu statement item saja, misalnya shoulder bag warna mencolok atau blazer crop. Jangan menumpuk terlalu banyak aksen agar tampilan tetap clean dan effortless.
Pilih bahan ringan dan breathable karena cuaca Indonesia panas. Katun, rayon, dan linen jadi pilihan aman untuk layering tanpa gerah sepanjang hari.
Gaya skena dan estetik sebenarnya soal keberanian mengekspresikan diri lewat pakaian. Tidak perlu mahal atau ribet, cukup padu padan cerdas dari item yang sudah dimiliki.