JAWA BARAT — Waduk Cengklik Park di Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, menawarkan lebih dari 13 wahana hiburan keluarga di kawasan waduk bersejarah peninggalan era kolonial. Tiket masuk reguler dipatok Rp 20.000 pada hari kerja dan Rp 25.000 saat akhir pekan, sudah termasuk akses kolam renang, Kampung Sakura, dan spot foto Landmark Dunia. Lokasinya hanya sekitar 4,3 kilometer dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, membuatnya mudah dijangkau wisatawan dari Solo maupun Semarang.
Kawasan rekreasi ini resmi beroperasi sejak 2021 dan berdiri di atas lahan seluas 1,2 hektar. Waduk yang menaunginya bukan perairan biasa: bendungan urugan tanah homogen berkapasitas 12,7 juta meter kubik itu menjadi penopang irigasi bagi 1.460 hektar lahan pertanian di sekitarnya.
Dari pusat Kota Boyolali maupun Kota Surakarta, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 11 hingga 30 menit. Kombinasi akses singkat dan variasi wahana membuat tempat ini sering jadi pilihan liburan keluarga di Jawa Tengah.
Mini Waterpark menjadi magnet utama, dilengkapi seluncuran mini dan ember tumpah yang cocok untuk anak-anak. Bagi yang datang demi foto, kawasan Kampung Sakura, Landmark Dunia, dan Rumah Terbalik menyajikan latar visual yang berbeda dari taman rekreasi biasa.
Pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat untuk sesi foto di beberapa spot. Ada pula wahana berbasis teknologi imersif seperti Bioskop VR yang jarang ditemui di taman rekreasi daerah.
Lokasi berada di Dusun Gunungparan, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak. Jaraknya sekitar 4,3 kilometer dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, sehingga wisatawan yang baru turun dari pesawat bisa langsung berkunjung.
Dari arah Kota Boyolali atau Kota Surakarta, perjalanan darat memakan waktu 11 hingga 30 menit tergantung titik keberangkatan dan kondisi lalu lintas. Kendaraan pribadi maupun taksi bandara jadi opsi paling praktis.
Tiket reguler seharga Rp 20.000 berlaku pada hari biasa dan Rp 25.000 pada akhir pekan. Harga itu sudah mencakup akses ke area kolam renang, Kampung Sakura, dan spot foto Landmark Dunia.
Untuk menikmati seluruh wahana permainan, tersedia paket tiket terusan seharga Rp 80.000 hingga Rp 100.000. Jam operasional dimulai pukul 08.30 hingga 18.00 WIB pada hari kerja, dengan tambahan jam malam di akhir pekan untuk Taman Lampion.
Bendungan Cengklik dibangun pemerintah kolonial Belanda antara 1923 dan 1931 dengan memanfaatkan aliran Sungai Pepe. Nilai sejarah itu masih hidup lewat tradisi Sedekah Waduk Cengklik yang digelar setiap tahun.
Acara tersebut melibatkan kirab budaya perwakilan 12 desa, pameran hasil bumi, gunungan ikan olahan jaring apung, pembagian 1.000 nasi berkat, hingga karnaval perahu hias. Wisatawan yang datang bertepatan dengan jadwal tradisi ini bisa menyaksikan langsung kearifan lokal yang jarang ditemui di taman rekreasi modern.
Pilihan makan di sekitar kawasan tergolong lengkap. Warung Makan Pojok Bu Wanti, misalnya, menyajikan soto seger, pecel, dan sambal belut dengan rating 4,6 di Google Maps. Ada juga tempat santai sore yang menawarkan hidangan rice bowl.
Jika ingin menginap, beberapa hotel terdekat bisa jadi pertimbangan: Ataya Hotel, AYRA Hotel Airport Solo, dan Al Azhar Azhima Resort. Ketiganya berada dalam radius yang memudahkan akses ke lokasi.
Datang pada hari kerja jika ingin menghindari keramaian dan membayar tiket lebih murah. Bawa pakaian ganti untuk anak-anak yang bermain di waterpark, serta kamera untuk sesi foto di Kampung Sakura dan Rumah Terbalik.
Untuk memastikan jadwal Taman Lampion dan ketersediaan paket tiket terusan, sebaiknya konfirmasi ke pengelola atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat. Informasi terkini dapat berubah, terutama saat musim liburan atau akhir tahun.
Durasi ideal untuk menikmati seluruh wahana adalah tiga hingga empat jam. Gabungkan kunjungan dengan tradisi Sedekah Waduk bila jadwalnya bertepatan, agar liburan keluarga tidak sekadar bermain, tapi juga mengenal sejarah dan budaya Boyolali.