JAKARTA — Kemenangan sembilan gol tanpa balas yang berakhir 9-2 atas Bangladesh menjadi jalan Timnas Indonesia ke partai puncak FIFA ASEAN Cup edisi perdana. Herdman menyebut dukungan suporter di SUGBK sebagai faktor yang menjaga intensitas pemain hingga menit akhir.
Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan 7 poin dari dua kemenangan dan satu imbang. Selisih gol keduanya identik, +9. Indonesia berhak ke final karena memasukkan 11 gol dan kemasukan 2 gol, sedangkan Malaysia hanya mencetak 9 gol tanpa kebobolan.
Di final, Indonesia akan menghadapi Thailand yang memimpin klasemen Grup B dengan 6 poin. Thailand dipastikan lolos meski masih menyisakan satu laga melawan Filipina di Stadion Jalan Harupat, Jumat (3/10/2026), karena unggul head to head atas Vietnam dan Pakistan.
Bagi Herdman, ini akan menjadi final pertamanya bersama Timnas Indonesia. Ia juga mencatat final pertama bagi asistennya, Mitchell Lee Baker, serta sebagian besar pemain di skuad Garuda.
Pelatih asal Inggris itu menegaskan targetnya bukan sekadar tampil di final. Kemenangan di laga puncak akan menjadi gelar pertama Indonesia sejak 1991, atau 35 tahun lalu.
"Kami harus merayakan ini, tapi masih ada satu langkah (laga) lagi, satu langkah lagi yang harus diambil (di final). Kami akan memulai lagi dan berjuang. Ada trofi yang sudah menanti untuk ditorehkan sejarahnya dan membuat negara ini bangga," ujar Herdman.
Sebelum kembali berlatih, Herdman memberi waktu libur bagi para pemain untuk merayakan kemenangan atas Bangladesh. Menurutnya, kelolosan ke final layak dirayakan sebelum fokus penuh ke laga puncak.
Herdman mengaku memantau laga Malaysia kontra Singapura lewat tayangan streaming di sela-sela mendampingi timnya berlaga. Ia dan ofisial Timnas Indonesia terkejut melihat gol demi gol yang bersarang ke gawang Singapura tanpa balasan hingga skor 6-0.
"Kami benar-benar tidak menyangka bagaimana mungkin Malaysia bisa mengalahkan Singapura dengan 6 gol," tegas Herdman.
Sepanjang 20 pertemuan kedua tim, belum pernah ada kemenangan dengan margin hingga enam gol. Malaysia dan Singapura masing-masing mencatat 5 kemenangan, dan tidak pernah menang atau kalah lebih dari 3 gol. Rekor terbesar Malaysia atas Singapura adalah 4-1 di Piala AFF 2023 pada 1 Maret 2023, sedangkan kemenangan terbesar Singapura adalah 5-3 di kualifikasi Piala Dunia pada 23 Juli 2011.
"Karena jika anda melihat sejarah pertemuan mereka, hal itu belum pernah terjadi sebelumnya. Biasanya skornya 1-1, 2-1, 2-0, skor tertingginya 4-1," ujar Herdman sembari terkekeh.
Para pemain Indonesia sempat tidak percaya saat Herdman memberi tahu bahwa Malaysia unggul 6-0. Calvin Verdonk mengira pelatihnya sedang memainkan trik psikologis untuk memacu semangat pemain di menit-menit akhir.
"Dan Calvin Verdonk sempat mengira saya sedang memainkan trik psikologis saat memberitahu mereka bahwa kita butuh satu gol lagi," ujar Herdman.
Keraguan Verdonk sirna setelah Emil Audero menimpali bahwa Herdman berbicara benar dan Indonesia masih butuh satu gol tambahan. Menurut Herdman, momen itu terjadi sekitar menit ke-93.
Indonesia membutuhkan gol tambahan karena produktivitas gol menjadi penentu peringkat akhir Grup A. Tambahan gol itulah yang akhirnya memastikan Garuda finis sebagai juara grup dan melaju ke final melawan Thailand.