Dolar AS Sentuh Rp 17.903, Rupiah Tertekan di Pembukaan Perdagangan

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 09:36:31 WIB
Dolar AS dibuka menguat ke level Rp 17.903 terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini.

JAWA BARAT — Nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat 21 poin atau 0,12% ke level Rp 17.903 terhadap rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini. Penguatan terjadi di tengah pergerakan mata uang Paman Sam yang bervariasi terhadap sejumlah mata uang Asia. Tekanan terhadap rupiah berlanjut setelah sebelumnya berada di kisaran Rp 17.900.

Data Bloomberg menunjukkan dolar AS dibuka menguat ke posisi Rp 17.903, naik 21 poin dibandingkan level penutupan sebelumnya. Pergerakan ini menempatkan rupiah di zona tekanan sepanjang awal sesi perdagangan.

Penguatan dolar tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang AS bergerak variatif terhadap sejumlah mata uang negara tetangga, dengan sebagian besar mencatat kenaikan tipis hingga moderat.

Dolar Menguat Terhadap Sebagian Besar Mata Uang Asia

Terhadap bath Thailand, dolar AS naik 0,02%. Dolar Singapura juga tertekan 0,12% terhadap mata uang Paman Sam. Peso Filipina melemah tipis 0,01%, sementara won Korea terdepresiasi paling dalam di kawasan, yakni 0,23%.

Beberapa mata uang justru berhasil menguat. Yen Jepang mencatat kenaikan 0,16% terhadap dolar AS, diikuti dolar Hong Kong yang naik 0,01% dan dolar Australia yang menguat 0,09%.

Pergerakan Bervariasi, Pelaku Pasar Cermati Sentimen Global

Penguatan dolar AS terhadap rupiah pagi ini mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap aset berdenominasi dolar. Pelaku pasar disebut mencermati perkembangan sentimen global yang memengaruhi arus modal ke negara berkembang.

Bagi investor dan pelaku usaha, level Rp 17.900 menjadi acuan penting dalam penghitungan biaya impor dan eksposur utang valas. Pergerakan harian dolar AS turut memengaruhi keputusan lindung nilai (hedging) jangka pendek.

Level yang Perlu Dicermati Investor dan Pelaku Bisnis

Posisi Rp 17.903 menjadi titik pembukaan yang perlu dipantau sepanjang sesi. Fluktuasi terhadap mata uang regional lain memberi gambaran bahwa penguatan dolar AS tidak merata, bergantung pada dinamika masing-masing ekonomi.

Rupiah masih berpotensi bergerak mengikuti arus keluar-masuk modal asing dan data ekonomi global yang dirilis sepanjang pekan. Pelaku pasar umumnya menantikan sinyal lanjutan dari pasar keuangan global sebelum menentukan posisi.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top