JAWA BARAT — PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mendirikan entitas anak baru bernama PT Arkora Mentari Nusantara (AMN) dengan modal disetor Rp 2,5 miliar. Pendirian anak usaha ini menjadi langkah lanjutan ekspansi emiten pembangkit listrik terafiliasi Grup Astra tersebut di sektor energi terbarukan.
AMN didirikan pada 7 Oktober 2026 melalui PT Arkora Tenaga Matahari (ATM), entitas anak yang 99 persen sahamnya dimiliki langsung oleh ARKO. Dengan struktur kepemilikan berlapis itu, ARKO secara tidak langsung menguasai 99 persen saham AMN.
Manajemen ARKO menyatakan pendirian entitas baru ini akan mendukung pengembangan kegiatan usaha sekaligus memberikan dampak positif terhadap operasional, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha perseroan.
Langkah ini disebut untuk mengantisipasi potensi penambahan kegiatan bisnis ke depan. ARKO melihat ruang ekspansi di sektor pembangkit listrik masih terbuka lebar, terutama untuk proyek berbasis energi terbarukan.
Pendirian AMN melengkapi struktur anak usaha ARKO yang sebelumnya sudah dibentuk. Pada Juni 2025, perseroan mendirikan dua entitas baru di sektor pembangkit listrik, yakni PT Pembangunan Hydro Indonesia (PHI) dan PT Arkora Merah Putih (AMP).
ARKO memang aktif menambah entitas anak dalam beberapa tahun terakhir. Strategi ini sejalan dengan posisi perseroan sebagai pemain pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala kecil yang menyasar wilayah Indonesia bagian timur.
Afiliasi dengan Grup Astra memberi ARKO akses ke jaringan permodalan dan mitra strategis yang lebih luas. Struktur kepemilikan berlapis melalui ATM memungkinkan perseroan mengelola portofolio proyek secara terpisah sesuai jenis dan lokasi pembangkit.
Penambahan anak usaha umumnya menjadi sinyal awal sebelum perseroan mengumumkan proyek baru. Namun belum ada keterangan resmi mengenai target kapasitas, lokasi proyek, atau nilai investasi yang akan digarap AMN.
Investor perlu mencermati laporan keuangan ARKO kuartal berikutnya untuk melihat dampak modal Rp 2,5 miliar terhadap pos ekuitas dan struktur konsolidasi perseroan. Nilai tersebut relatif kecil dibandingkan total aset emiten, sehingga dampak langsung ke laba kemungkinan baru terasa jika AMN menjalankan proyek komersial.
Hingga kini belum ada jadwal resmi soal proyek perdana AMN maupun mitra yang akan digandeng. Manajemen ARKO menyatakan pendirian entitas ini murni untuk mendukung pengembangan usaha ke depan.