JAWA BARAT — Nio menuntaskan 1.192.221 battery swap di sekitar 4.100 stasiun penukaran baterai selama periode libur Nasional China, dengan rata-rata harian hampir 22 persen lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan sistem tukar baterai mampu menyaingi infrastruktur pengisian bahan bakar konvensional dalam skala besar. Total lebih dari 24,83 juta kWh listrik tersalurkan lewat layanan tersebut sepanjang pekan libur.
Laporan pengisian daya dan battery swap selama periode libur yang dirilis pada Jumat pekan lalu mencatatkan lonjakan permintaan signifikan. Pemudik yang melintasi jalur tol menyumbang porsi besar dari total transaksi penukaran baterai sepanjang pekan tersebut.
Nio memulai tahun dengan memecahkan rekor demi rekor. Perusahaan mencatat angka swap enam digit pada hari ketiga perayaan Tahun Baru Imlek, menandai rekor ketiga dalam tiga hari berturut-turut.
Pencapaian itu tidak berhenti di situ. Laporan terbaru menunjukkan Nio kembali melampaui rekor-rekor tersebut saat libur Nasional China, dengan hampir 1,2 juta penukaran baterai dalam sepekan.
Bagi pengemudi, prosedurnya sederhana. Kendaraan masuk ke stasiun swap, lalu dalam tiga sampai lima menit keluar dengan baterai terisi penuh.
Pengemudi tidak perlu turun dari kendaraan saat hujan atau salju. Tidak ada kekhawatiran terjebak di mobil yang tidak bisa bergerak, dan pemilik lanjut usia atau penyandang disabilitas tak perlu tersandung kabel pengisian.
Dengan sekitar 175.000 pengguna dalam satu hari, angka tersebut bukan sekadar pencapaian pemasaran. Ini bukti bahwa tukar baterai berfungsi di lapangan.
Nio berpendapat penukaran baterai, bukan pengisian daya yang semakin cepat, adalah solusi tepat bagi pelancong jarak jauh. Menambah ratusan kilometer daya tempuh dalam waktu kurang dari dua menit disebut lebih cepat dibanding mengisi tangki bahan bakar kendaraan bermesin pembakaran internal pada banyak kasus.
Sejumlah pengadopsi awal kendaraan listrik memang masih memegang konsep kepemilikan baterai secara kaku. Namun teknologi swap terbukti efektif dan berdampak positif terhadap pengalaman kepemilikan kendaraan listrik secara keseluruhan.
Di pasar Barat, harga minyak dan kecemasan soal jangkauan masih mendominasi pemberitaan kendaraan listrik. Sementara itu, sistem tukar baterai Nio di China terus mencetak tonggak baru yang membuktikan teknologinya mampu bersaing dengan infrastruktur pengisian bahan bakar tradisional dalam skala besar.
Data operasional ini menjadi acuan penting bagi pasar kendaraan listrik Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang masih mencari format infrastruktur pengisian daya paling efisien untuk mobilitas antarkota.