BGN Uji Coba MBG Prasmanan di 62 Dapur, Target 5.000 SPPG Akhir 2026

Penulis: Khoirul Anwar  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:36:01 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di SD Cot Meuraja, Aceh Besar.

JAWA BARAT — Badan Gizi Nasional menargetkan 1.000 hingga 5.000 Satuan Pelayanan Program Gizi menerapkan sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis hingga akhir 2026. Uji coba tengah berjalan di 62 dapur yang tersebar dari Merauke, Madura, Jawa, hingga Riau. Perluasan ini didasari tiga temuan positif di lapangan, meski kesiapan dapur dan sekolah masih jadi tantangan.

"Jika tidak ditemukan masalah yang signifikan, hingga akhir tahun kami menargetkan sedikitnya 1.000 hingga 5.000 dapur dapat melaksanakan MBG dengan sistem prasmanan," kata Sudaryono usai meninjau pelaksanaan MBG di SD Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa (13/10).

Tiga Alasan BGN Perluas Sistem Prasmanan

BGN mengejar target ribuan dapur ini berdasarkan sejumlah temuan positif di lapangan. Sudaryono membeberkan tiga alasan utama mengapa sistem prasmanan dinilai perlu segera diperluas.

  • Efisiensi konsumsi — siswa mengambil porsi sesuai kebutuhan, mengurangi sisa makanan.
  • Sajian tetap hangat — makanan yang disajikan secara prasmanan lebih segar dan nikmat saat disantap.
  • Partisipasi aktif siswa — pelajar terlibat langsung dalam rutinitas makan siang di sekolah.

Sudaryono menekankan pelibatan siswa bukan sekadar menjadikan mereka pihak yang melayani secara cuma-cuma. Ada siswa yang mengantre, ada yang membantu melayani lewat sistem piket, dan ada yang belajar bersabar.

"Pelibatan siswa bukan sekadar menjadikan mereka pihak yang melayani secara cuma-cuma. Ada siswa yang mengantre, ada yang membantu melayani (sistem piket), dan ada yang belajar bersabar. Ini merupakan bagian dari pendidikan," jelasnya.

Contoh Negara Maju dan Tantangan Kesiapan Dapur

Ia juga mencontohkan banyak negara maju sudah menerapkan sistem serupa untuk mendidik karakter anak. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan tujuan MBG yang tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga pembentukan kebiasaan dan disiplin siswa.

Untuk mewujudkan target hingga 5.000 SPPG dalam waktu singkat di sisa tahun ini, Sudaryono menyadari ada tantangan terutama terkait kesiapan dan pelatihan pihak dapur serta sekolah. Fase awal pelaksanaan akan menyasar SPPG dan sekolah yang secara infrastruktur serta SDM sudah mumpuni dan bersedia.

"Kami akan memulai sistem prasmanan dari dapur dan sekolah yang memiliki kemampuan. Kami ingin menguji coba sesuatu yang baik agar sekolah-sekolah lain dapat melihat hasilnya dan kemudian mengikuti praktik yang terbukti berjalan dengan baik," tegas Sudaryono.

Apa Artinya bagi Pelaku Dapur dan Sekolah

Perluasan sistem prasmanan membuka peluang bagi SPPG yang sudah beroperasi untuk meningkatkan standar layanan. Dapur yang mampu beradaptasi lebih cepat berpeluang masuk dalam gelombang awal perluasan. Sementara sekolah yang belum siap secara infrastruktur dan SDM kemungkinan menyusul pada tahap berikutnya, menunggu hasil evaluasi dari sekolah percontohan.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top