Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Siapkan Cirebon Jadi Pusat Pemerintahan Darurat Jika Gempa Sesar Lembang Melumpuhkan Bandung

Penulis: Jefri Siahaan  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 07:01:15 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin pembahasan skenario darurat gempa Sesar Lembang di Cirebon.

CIREBON — Dedi Mulyadi menegaskan mitigasi bencana tidak boleh berhenti pada rapat koordinasi atau dokumen perencanaan. Pemerintah perlu menyiapkan langkah operasional secara terukur, termasuk kebutuhan kendaraan, jalur mobilisasi, ketersediaan logistik, hingga dukungan teknologi informasi.

Permintaan itu disampaikan Dedi saat membahas skenario darurat gempa Sesar Lembang. Cirebon dipilih sebagai lokasi alternatif untuk menjaga pemerintahan tetap berjalan jika Bandung tidak lagi bisa dipakai sebagai pusat komando.

Skema Mobilisasi dan Logistik Dihitung Sejak Sekarang

Dedi menyebut seluruh kebutuhan darurat harus dihitung sejak dini agar pemerintah tidak kehilangan waktu ketika situasi benar-benar terjadi. Setiap perangkat daerah juga perlu mengetahui tugas dan kebutuhan masing-masing dalam menghadapi kemungkinan gempa besar.

"Jadi, dari sekarang skenarionya sudah kita hitung. Kalau terjadi Sesar Lembang, mobilisasi ke mana, jalurnya lewat mana, berapa truk yang dibutuhkan, logistiknya apa, dan teknologi informasi apa yang disiapkan," ujar Dedi, Selasa 13 Oktober 2026.

Ia mencontohkan kebutuhan kendaraan pengangkut bantuan yang harus diperhitungkan berdasarkan kondisi darurat yang mungkin dihadapi. Jika dibutuhkan banyak truk untuk mendukung mobilisasi petugas dan distribusi bantuan, dinas teknis diminta mulai menyiapkannya.

"Kalau membutuhkan banyak truk, maka dinas teknis sekarang harus menyiapkan," katanya.

Mengapa Cirebon Dipilih sebagai Lokasi Cadangan?

Penyiapan Cirebon menjadi salah satu perhatian dalam skenario mitigasi tersebut. Langkah ini ditempuh untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan serta penanganan masyarakat terdampak dapat dilakukan dengan cepat jika gempa terjadi.

Skenario darurat ini disusun Pemprov Jabar bersama BMKG. Kedua institusi memetakan kebutuhan operasional yang harus siap sebelum situasi darurat datang, bukan setelah.

Apa Langkah Selanjutnya?

Dedi meminta seluruh perangkat daerah menghitung kebutuhan masing-masing, mulai dari jalur mobilisasi hingga dukungan teknologi informasi. Perhitungan itu menjadi dasar penyiapan logistik dan kendaraan di wilayah yang ditunjuk sebagai pusat pemerintahan darurat.

Pemprov Jabar belum merinci jadwal pasti penyiapan Cirebon sebagai lokasi alternatif. Yang jelas, skenario ini masuk dalam rangkaian kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Sesar Lembang.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: radarcirebon.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top