BPS Indramayu Catat 1.950.316 Penduduk 2026, Usia 25-29 Tahun Terbanyak

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:02:01 WIB
Penduduk Kabupaten Indramayu tercatat 1.950.316 jiwa pada data BPS 2026.

INDRAMAYU — Kelompok usia 25-29 tahun menjadi yang terbanyak dengan 155.074 jiwa, terdiri atas 79.884 laki-laki dan 75.190 perempuan. Posisi berikutnya ditempati kelompok usia 30-34 tahun sebanyak 151.823 jiwa, disusul kelompok usia 40-44 tahun yang mencapai 151.038 jiwa. Ketiga kelompok itu menempati urutan teratas dalam tabel BPS Kabupaten Indramayu.

Usia Produktif Capai 70,4 Persen dari Total Penduduk

Penduduk berusia 15-64 tahun tercatat 1.372.596 jiwa atau sekitar 70,4 persen dari total. Kelompok usia 0-14 tahun berjumlah 424.997 jiwa atau sekitar 21,8 persen.

Sementara itu, penduduk berusia 65 tahun ke atas mencapai 152.723 jiwa atau sekitar 7,8 persen. Komposisi ini menunjukkan struktur penduduk Indramayu masih didominasi usia kerja.

Perempuan Lebih Banyak di Kelompok Usia 75 Tahun ke Atas

Kelompok penduduk berusia 75 tahun ke atas tercatat sebanyak 38.362 jiwa, terdiri atas 17.248 laki-laki dan 21.114 perempuan. Jumlah perempuan pada kelompok usia itu lebih banyak 3.866 jiwa dibandingkan laki-laki.

Pola berbeda terlihat pada kelompok usia muda dan menengah. Secara keseluruhan, jumlah penduduk laki-laki di Indramayu masih lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan selisih 3.564 jiwa.

Data Diperbarui 11 Februari 2026

BPS Kabupaten Indramayu memperbarui data makro kelompok umur tersebut pada 11 Februari 2026. Data itu memuat rincian jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin.

Penduduk usia produktif yang besar menjadi modal sekaligus tantangan bagi Indramayu. Pasalnya, kebutuhan lapangan kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan ikut menyesuaikan jumlah penduduk di tiap kelompok umur.

Data ini menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan, termasuk alokasi anggaran untuk posyandu, sekolah, dan pelatihan kerja.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: jabar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top