JAWA BARAT — Samsung Galaxy A08 menaikkan kapasitas baterai ke 6.000 mAh dan memperpanjang jaminan update jadi enam tahun, dua hal yang jarang ditemui di kelas entry level 2026. Varian 4 GB/64 GB dijual Rp 2.999.000 dan 4 GB/128 GB Rp 3.599.000, bersaing langsung dengan Redmi 15C dan Realme C75 yang harganya kini merangkak naik. Tapi ada sejumlah kompromi yang perlu Anda timbang sebelum membeli.
Galaxy A08 adalah penerus Galaxy A07 yang hadir dengan beberapa peningkatan spesifik: baterai lebih besar, rating IP64, dan One UI 9 berbasis Android 17. Unit yang kami uji adalah varian 128 GB. Kombinasi ini menarik karena di segmen bawah Rp 3 juta, pabrikan biasanya memangkas salah satu aspek — entah baterai, entah software support. Samsung tampaknya mencoba menahan laju pemangkasan itu.
Di dalam box utama ada unit smartphone, kabel USB-C to USB-C, SIM tray ejector, dan paket dokumen. Yang membedakan dari kompetitor: Samsung menyertakan box tambahan yang menempel di box utama, berisi Travel Adapter 25W.
Box tambahan itu juga memuat case dan earphone Type-C bertuliskan "Designed for Samsung" — artinya bukan diproduksi Samsung sendiri, berbeda dari charger yang jelas buatan Samsung. Meski begitu, kelengkapan aksesori ini tergolong jarang di kelas harga Rp 2,9 juta pada 2026.
Dari sisi desain, Galaxy A08 masih mengusung bahasa desain yang mirip pendahulunya. Layar memakai notch, frame mengadopsi desain "Key Island" dengan area tombol power dan volume yang lebih menonjol, sementara bagian frame lainnya flat.
Back cover-nya punya perpaduan pola garis vertikal dan horizontal yang terlihat dari sudut tertentu saat terkena cahaya. Materialnya Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP) — lebih kuat dari polikarbonat biasa, tapi tetap ringan. Frame-nya sendiri dari polikarbonat.
Dimensinya: tinggi 167,4 mm, lebar 77,4 mm, tebal sekitar 8 mm, bobot sekitar 197 gram. Bobotnya mirip A07 meski kapasitas baterai naik. Rating IP64 juga naik dari IP54 di A07 — aman kecipratan air, tapi jangan dibawa berenang.
Panel yang dipakai adalah PLS LCD 6,7 inci dengan resolusi HD+ (1600 x 720 piksel) dan refresh rate adaptif 30-90 Hz. Dari pengujian kami, kecerahan mencapai sekitar 657 nits indoor dan 793 nits untuk simulasi outdoor.
Angka itu masih terbaca jelas di siang hari, tapi belum cukup melawan paparan sinar matahari langsung. Color gamut terukur 99,6% sRGB untuk coverage dan 121% sRGB untuk volume. Tidak ada mode warna tambahan, jadi layar diuji apa adanya.
Bezel tergolong tebal, terutama di area dagu. Sebagian orang mungkin terganggu dengan bezel yang tidak simetris, tapi ini konsekuensi wajar dari seri A0 — dan biasanya terlupakan setelah beberapa hari pemakaian.
SoC yang dipakai adalah Helio G99+, versi optimalisasi dari Helio G99. Chipset ini sempat dianggap membosankan tahun lalu, tapi di 2026 justru terasa masuk akal untuk kelas harga di bawah Rp 3 juta — terutama karena Samsung bisa menghadirkan versi "plus"-nya.
Sistem operasinya sudah One UI 9 berbasis Android 17. Jaminan update-nya mencapai enam tahun, angka yang tidak diberikan kompetitor di rentang harga yang sama. Untuk pengguna yang ingin pakai satu ponsel jangka panjang, ini nilai tambah signifikan.
Kamera belakang terdiri dari sensor utama 50 MP f/1.8 dengan autofocus, plus kamera bonus 2 MP. Perekaman video maksimal 1080p30, tanpa OIS. Kamera selfie 8 MP f/2.0 dengan fixed focus, juga maksimal 1080p30.
Fitur kamera yang tersedia: Portrait, Pro (Photo), Night, Food, Panorama, Slow Motion, dan Hyperlapse. Untuk kelas entry level, absennya OIS bukan hal mengejutkan — tapi perlu diingat saat merekam video sambil berjalan.
Speaker-nya mono, wajar untuk seri A0. Kualitas suaranya sekadar oke untuk smartphone entry level. Yang justru menonjol adalah microphone-nya yang sudah dual mic — kualitas suara perekaman tergolong bagus untuk kelasnya.
Dengan harga Rp 2.999.000 untuk varian 64 GB dan Rp 3.599.000 untuk 128 GB, Galaxy A08 menawarkan kombinasi yang sulit ditandingi di segmennya: baterai jumbo, IP64, dan dukungan software enam tahun. Tiga hal itu jarang muncul bersamaan di harga di bawah Rp 3 juta.
Ponsel ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai dan umur pakai panjang — misalnya orang tua, pengguna ponsel kerja lapangan, atau siapa pun yang tidak ingin ganti ponsel tiap dua tahun. Kurang cocok untuk pengguna yang menuntut layar tajam, gaming berat, atau kualitas video stabil, karena tiga hal itu jelas dikorbankan di sini.
Kalau prioritas Anda adalah layar FHD+ atau performa gaming, kompetitor di rentang harga sama kemungkinan besar menawarkan itu. Tapi kalau prioritasnya baterai awet dan update panjang, Galaxy A08 sulit dilewatkan.