Pencarian

3 Aturan Baru FIFA ASEAN Cup 2026, dari Format Tanpa Semifinal hingga Reset Kartu Kuning

Jumat, 25 September 2026 • 07:01:02 WIB
3 Aturan Baru FIFA ASEAN Cup 2026, dari Format Tanpa Semifinal hingga Reset Kartu Kuning
Timnas Indonesia menjalani laga perdana melawan Singapura pada 25 September 2026 di FIFA ASEAN Cup 2026.

BANDUNG — FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi turnamen pertama kawasan ASEAN yang berstatus resmi di bawah FIFA. Status baru itu membawa sejumlah perubahan regulasi yang membedakannya dari Piala AFF edisi-edisi sebelumnya. Timnas Indonesia yang dilatih John Herdman akan menjalani laga perdana melawan Singapura pada 25 September 2026 dengan aturan baru ini.

Format Tanpa Semifinal, Juara Grup Langsung ke Final

Perbedaan paling mencolok terletak pada format kompetisi. Hanya juara grup yang berhak melaju ke babak final, tanpa melalui babak semifinal seperti turnamen umumnya.

Masing-masing negara bersaing di fase grup, lalu juara grup langsung melaju ke partai puncak. Khusus negara-negara di divisi utama, runner up grup masih mendapat kesempatan bermain di perebutan tempat ketiga atau bronze match.

Format ini membuat setiap pertandingan fase grup bernilai tinggi. Satu kekalahan bisa menutup peluang tim untuk melaju ke final, karena tidak ada jalur kedua melalui babak gugur.

Batas 23 Pemain dan Kuota Pergantian Terbatas

Setiap negara hanya diperbolehkan membawa 23 pemain dalam turnamen ini. Dari daftar tersebut, masing-masing tim mendapat maksimal lima kali pergantian pemain dengan tiga kesempatan pergantian selama pertandingan berlangsung.

Artinya, pelatih harus cermat mengatur rotasi pemain. Pergantian yang dilakukan sekaligus dalam satu momen bisa menghemat kuota kesempatan, sementara pergantian terpisah mengurangi fleksibilitas di sisa laga.

Ada toleransi khusus jika terjadi cedera parah saat pertandingan berlangsung. Tim medis dan wasit akan menilai apakah kondisi pemain memenuhi syarat untuk pergantian tambahan di luar kuota normal.

Reset Kartu Kuning Jadi Penentu Kelolosan

Aturan lain yang perlu dicermati adalah mekanisme reset kartu kuning. Akumulasi kartu di fase grup dapat memengaruhi status pemain jika timnya melaju ke babak berikutnya.

Pemain yang mengumpulkan kartu kuning dalam jumlah tertentu berisiko absen di laga krusial. Karena format turnamen hanya menyediakan jalur juara grup ke final, satu pemain yang terkena sanksi bisa berdampak besar pada komposisi starting eleven.

Pelatih John Herdman disebut akan memimpin Timnas Indonesia di ajang ini. Kevin Diks dan rekan setimnya menjadi bagian dari skuad yang akan menghadapi aturan-aturan baru tersebut sejak laga perdana melawan Singapura.

Dampak bagi Timnas Indonesia

Dengan hanya juara grup yang lolos langsung ke final, Indonesia tidak punya ruang untuk kehilangan poin di fase grup. Strategi rotasi pemain menjadi kunci agar kuota lima pergantian dan tiga kesempatan tetap efisien sepanjang turnamen.

Laga melawan Singapura pada 25 September 2026 menjadi ujian pertama penerapan aturan ini. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan seberapa besar peluang Indonesia menjaga asa melaju ke partai puncak tanpa melewati babak semifinal.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarcirebon.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks