Pencarian

Kemenpar Dorong Wisata Berbasis Pengalaman, 52 Persen Gen Z Cari yang Autentik

Jumat, 02 Oktober 2026 • 12:06:31 WIB
Kemenpar Dorong Wisata Berbasis Pengalaman, 52 Persen Gen Z Cari yang Autentik
Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran wisata berbasis pengalaman melalui program Go Beyond Ordinary.

JAWA BARAT — Kementerian Pariwisata memperkuat pemasaran wisata berbasis pengalaman setelah kajian internal menunjukkan 52 persen wisatawan Gen Z bepergian untuk mencari pengalaman autentik, bukan sekadar mengunjungi destinasi populer. Langkah ini diwujudkan lewat program Go Beyond Ordinary dan lima wisata minat khusus yang menyasar segmen muda. Pendekatannya juga didukung asisten perjalanan berbasis kecerdasan buatan, MaiA, di portal indonesia.travel.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menilai potensi wisata di berbagai daerah perlu dikemas ulang menjadi pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan muda. Arah yang didorong bukan wisata arus utama, melainkan aktivitas yang bersifat non-konvensional agar kunjungan tersebar lebih merata.

Lima Minat Khusus yang Jadi Fokus

Kementerian Pariwisata mendorong lima wisata minat khusus melalui Program Pariwisata Berkualitas. Kelimanya adalah gastronomi, bahari, wellness, wastra, serta art & design tourism.

Ni Made menyebut kekayaan seni dan budaya daerah bisa dirangkai dengan aktivitas lain, seperti wisata wastra, bahari, gastronomi, hingga walking tour. Wisatawan punya lebih banyak alasan untuk menjelajah daerah di sekitar destinasi utama, bukan cuma singgah di satu titik lalu pulang.

Wisatawan Ditargetkan Tinggal Lebih Lama

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan keberhasilan pariwisata tidak lagi diukur dari jumlah kunjungan semata. Yang dikejar adalah pengalaman tinggal yang lebih berkualitas dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Dari sisi praktis, wisatawan yang tinggal lebih lama akan mengunjungi lebih banyak tempat serta membelanjakan lebih banyak produk dan layanan lokal. Inilah alasan pemerintah mendorong paket pengalaman yang menggabungkan beberapa aktivitas sekaligus dalam satu perjalanan.

MaiA, Asisten Perjalanan Berbasis AI

Perubahan cara wisatawan mencari pengalaman turut didukung teknologi. Kementerian Pariwisata memanfaatkan MaiA (Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia) yang tersedia di indonesia.travel sebagai AI Travel Assistant dalam konsep Tourism 5.0.

MaiA dirancang mendampingi wisatawan di lima tahap perjalanan: dreaming, planning, booking, experiencing, hingga sharing. Dukungan bahasa mencakup 19 bahasa asing.

Informasi yang disajikan tidak berhenti pada destinasi. Wisatawan bisa menemukan rekomendasi aktivitas, kuliner, akomodasi, acara, hingga produk wisata. Pelaku industri pariwisata juga dapat memasukkan pengalaman yang mereka tawarkan ke platform tersebut.

Contoh Perjalanan yang Bisa Dirancang

Wisatawan yang datang untuk menghadiri konferensi tidak harus berhenti pada agenda MICE. Setelah acara selesai, mereka bisa melanjutkan dengan mencoba kuliner lokal, mengikuti walking tour, menikmati aktivitas bahari, atau mengenal budaya daerah.

Bagi Gen Z yang menjadikan pengalaman sebagai alasan utama bepergian, pendekatan ini membuka pilihan perjalanan yang lebih luas. Destinasi tidak lagi sekadar tempat yang dikunjungi, tetapi pintu masuk untuk menemukan cerita, aktivitas, budaya, dan pengalaman baru di berbagai daerah Indonesia.

Yang Perlu Disiapkan Traveler

Bagi yang ingin merancang perjalanan berbasis pengalaman, mulailah dengan menentukan minat utama: kuliner, bahari, wellness, wastra, atau seni dan desain. Setelah itu, susun rute yang menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu daerah agar waktu tinggal lebih efisien.

Rekomendasi aktivitas dan produk wisata bisa diakses lewat indonesia.travel. Untuk informasi terkini soal ketersediaan paket dan agenda daerah, traveler disarankan mengonfirmasi langsung ke dinas pariwisata setempat.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks