Pencarian

Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Rebound ke 4.215, Support 4.110 Jadi Kunci

Selasa, 06 Oktober 2026 • 09:31:31 WIB
Dupoin Futures Prediksi Harga Emas Rebound ke 4.215, Support 4.110 Jadi Kunci
Pergerakan harga emas pada timeframe H1 setelah tertekan ke area 4.110.

JAKARTA — Harga emas kembali menarik perhatian pelaku pasar setelah tertekan tajam dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Analisis Dupoin Futures menunjukkan pergerakan emas pada timeframe H1 mulai memberi indikasi pembentukan Swing Low. Kondisi itu membuka peluang rebound apabila area support mampu dipertahankan.

Momentum H1 Mulai Berubah Setelah Tekanan ke 4.110

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat perubahan momentum pada pergerakan harga emas di timeframe H1. Setelah tertekan hingga area sekitar 4.110, harga emas membentuk rejection dan mulai membangun Swing Low yang berpotensi menjadi support baru.

Menurut analisis Dupoin Futures, selama area support tersebut bertahan, emas masih berpeluang bergerak naik menuju area resistance 4.202–4.215. Level itu menjadi titik penting yang perlu dicermati pelaku pasar.

Respons Harga di 4.202–4.215 Jadi Penentu Arah

Apabila harga mampu bergerak menuju area resistance tersebut, pelaku pasar dapat mencermati respons harga untuk melihat apakah momentum bullish berlanjut atau kembali menghadapi tekanan jual. Sebaliknya, jika emas gagal mempertahankan Swing Low di timeframe H1, peluang pelemahan lanjutan tetap terbuka.

Dupoin Futures menilai level support menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan rebound emas dalam jangka pendek.

Tekanan dari US Treasury dan The Fed Masih Jadi Risiko

Dari sisi fundamental, harga emas masih menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil US Treasury dan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve yang relatif ketat. Reuters melaporkan emas sempat turun hingga sekitar US$4.110 per troy ounce pada 28 September, terendah sejak awal Agustus.

Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi. Dolar AS dan imbal hasil Treasury yang meningkat turut menekan aset non-yielding seperti emas.

Federal Reserve sebelumnya menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%–4,00% pada September. Komentar terbaru Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams menunjukkan bank sentral masih memiliki waktu untuk mengevaluasi data sebelum menentukan langkah kenaikan berikutnya.

Perubahan ekspektasi tersebut membuat pasar kembali mencermati data inflasi dan ketenagakerjaan AS sebagai indikator penting arah kebijakan The Fed.

Volatilitas Emas Diprediksi Tetap Tinggi

Bagi Dupoin Futures, kombinasi kondisi teknikal dan fundamental membuat pergerakan emas masih berpotensi volatil. Dari sisi teknikal, terbentuknya Swing Low memberi peluang rebound menuju resistance 4.202–4.215. Namun tekanan dari dolar AS dan imbal hasil Treasury tetap menjadi risiko yang dapat membatasi kenaikan.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai pelaku pasar perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di atas support sebelum mengantisipasi kelanjutan penguatan.

Pergerakan harga selanjutnya tetap dipengaruhi perkembangan kebijakan Federal Reserve, data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, imbal hasil Treasury, serta perkembangan geopolitik global. Dupoin Futures menilai kombinasi faktor tersebut dapat menjaga volatilitas emas tetap tinggi dalam perdagangan jangka pendek.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jabarbicara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks