JAWA BARAT — PT Pertamina Patra Niaga mencatat tambahan pendapatan Rp 24 juta per tahun bagi kelompok usaha masyarakat pesisir Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat, melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir yang berjalan sejak 2024. Program ini menggabungkan pendidikan, pelestarian mangrove, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu skema. Selain pendapatan, warga juga menghemat biaya energi Rp 6,6 juta per tahun berkat pemanfaatan panel surya.
Desa Cendi Manik, NTB — Program Sekolah Alam Anak Pesisir menjadikan kawasan mangrove dan garis pantai sebagai ruang belajar sekaligus sarana mengenali potensi usaha setempat. Pendekatan yang dipakai adalah 3E: Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Lewat skema itu, anak-anak dan warga diajak menanam serta merawat mangrove, mengenal ekosistem pesisir, memainkan permainan tradisional, hingga mempelajari peluang usaha berbasis sumber daya lokal.
Siapa yang Terlibat dan Bagaimana Programnya Berjalan
Sejak dimulai pada 2024, program ini telah menjangkau 135 penerima manfaat. Sebanyak 1.772 peserta tercatat terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan kunjungan ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir mencapai 860 kali per tahun.
VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati menyatakan program ini dirancang sebagai ruang belajar yang menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus kemandirian anak-anak. "Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak," kata Dian dalam keterangan pers, Minggu (11/10/2026).
Menurut Dian, penggabungan pendidikan, ekologi, dan ekonomi diharapkan menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Dampak Lingkungan: 4.500 Bibit Mangrove Ditanam
Dari sisi lingkungan, program ini mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi kawasan pesisir. Kawasan yang direhabilitasi berpotensi menyimpan karbon hingga 80,763 ton CO? per hektare.
Angka itu menempatkan mangrove Desa Cendi Manik sebagai salah satu penyerap karbon alami di kawasan pesisir NTB. Selain fungsi ekologis, mangrove juga menjadi daya tarik edukasi yang mendatangkan kunjungan rutin.
Manfaat Ekonomi: Pendapatan dan Efisiensi Energi
Pendapatan tambahan Rp 24 juta per tahun mengalir ke kelompok usaha berbasis potensi lokal yang dibina lewat program ini. Warga juga menghemat Rp 6,6 juta per tahun setelah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Dua angka itu menunjukkan program tidak berhenti di kegiatan pendidikan. Ada aliran manfaat ekonomi yang bisa dihitung dan dirasakan langsung oleh rumah tangga pesisir.
Penutup: Bagi Pertamina Patra Niaga, Sekolah Alam Anak Pesisir menjadi contoh bagaimana program tanggung jawab sosial perusahaan bisa menyentuh tiga sisi sekaligus: lingkungan, pendidikan, dan pendapatan warga. Keberlanjutan program ini akan bergantung pada seberapa kuat kelompok lokal mengelola potensi pesisir setelah pendampingan berjalan.