BANDUNG — Beras yang disalurkan Bulog Kanwil Jabar ke Kota Bandung diterima masyarakat melalui sejumlah kanal, termasuk program SPHP, Bantuan Pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta penjualan lewat pasar rakyat dan ritel modern. Outlet binaan Perum Bulog turut menjadi jalur distribusi.
"Termasuk outlet-outlet binaan milik Perum BULOG," tutur Octa, Humas Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Barat, dalam keterangan yang diterima media.
Penyaluran beras itu menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap ketersediaan pangan di Kota Bandung. Pasokan beras dalam kota dilaporkan makin menipis seiring lahan pertanian yang terus berkurang.
Empat Program Jadi Jalur Distribusi Beras Bulog di Kota Bandung
Bulog Kanwil Jabar menggelontorkan beras ke Kota Bandung melalui empat skema berbeda. Masing-masing menyasar kelompok penerima yang tidak sepenuhnya sama.
- SPHP — Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan untuk menekan gejolak harga di pasar.
- Bantuan Pangan — penyaluran bagi keluarga penerima manfaat.
- Gerakan Pangan Murah (GPM) — operasi pasar yang digelar bersama Pemkot Bandung saat kondisi pasokan terdesak.
- Pasar rakyat dan ritel modern — penjualan reguler, termasuk lewat outlet binaan Bulog.
Dari seluruh kanal itu, total 59.654 ton beras telah diterima masyarakat Kota Bandung tahun ini.
Serapan Gabah dari Bandung Raya, Kota Bandung Baru 1.520 Ton
Selain mendistribusikan beras, Bulog menyerap hasil panen petani di wilayah Bandung Raya. Jumlahnya bervariasi antar daerah.
Rekap data serapan per 24 September mencatat Kabupaten Sumedang menyumbang 46.460,62 ton. Kabupaten Bandung Barat dan Cimahi bersama-sama tercatat 8.781,13 ton.
Kabupaten Bandung menyerap 39.650,38 ton. Sementara dari Kota Bandung, serapan yang tercatat hanya 1.520,37 ton.
Mengapa Pasokan Beras Kota Bandung Menipis
Kota Bandung bukan daerah lumbung padi. Lahan pertanian di wilayah ini terus menyusut seiring alih fungsi lahan untuk permukiman dan komersial.
Kondisi itu membuat pasokan beras dalam kota bergantung pada pasokan dari kabupaten sekitar. Bulog masuk sebagai salah satu pemasok untuk menutup kekurangan tersebut.
Ketika pasokan di pasar mengetat, Bulog ikut terlibat dalam kegiatan GPM yang diadakan Pemkot Bandung. Langkah itu disebut sebagai strategi menjaga stabilitas beras di masyarakat.
Diharapkan kucuran beras dari berbagai program tersebut bisa menopang ketersediaan pangan warga Kota Bandung, terutama saat harga di pasar bergejolak.