BANDUNG — Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani menyebut target Rp750 miliar ditetapkan berdasar lonjakan transaksi WJX dua tahun terakhir. Pada 2024, transaksi hanya Rp5,92 miliar. Setahun kemudian nilainya melesat menjadi Rp326,61 miliar.
Angka itu disampaikan Nining dalam kegiatan Bewara Jabar (Beja) Vol. 19 bertajuk Road to Paviliun WJX 2026 di Gedung Sate, Jumat (9/10/2026). Forum tersebut menjadi pemanasan sebelum pameran digelar di BSD.
Dari Ribuan Pendaftar, Hanya 40 UMKM Lolos Kurasi
Disperindag Jabar tidak serta-merta meloloskan semua pelaku usaha yang mendaftar. Proses kurasi dilakukan terhadap ribuan UMKM sebelum akhirnya menyisakan 40 peserta.
Keempat puluh UMKM itu tersebar di empat kategori: fesyen, makanan dan minuman, furnitur dan dekorasi rumah, serta perawatan pribadi. Pemilihan kategori mempertimbangkan potensi pasar internasional yang masih terbuka lebar.
Selain pertumbuhan usaha yang pesat, kategori-kategori itu dinilai punya nilai tambah dan diferensiasi produk. Ketersediaan bahan baku dalam negeri turut memudahkan hilirisasi sehingga nilai ekonomi produk lebih tinggi.
Pembeli Timur Tengah dan Amerika Jadi Sasaran
Produk dari empat kategori tersebut relatif sudah dikenal pembeli internasional, terutama dari kawasan Timur Tengah dan Amerika. Kondisi itu dibaca sebagai peluang memperluas jaringan perdagangan.
Minat pasar terlihat dari jumlah calon pengunjung yang menyatakan ketertarikan hadir. Hingga kini tercatat sekitar 8.000 pembeli dari dalam dan luar negeri berminat mengikuti pameran.
“Tahun 2024 transaksi hanya Rp5,92 miliar lalu setahun kemudian naik drastis menjadi Rp326,61 miliar. Dengan animo pembeli yang tinggi atas produk Jabar, kami optimistis bisa mencapai target Rp750 miliar,” ujar Nining.
Pendampingan Lanjut Usai Pameran
Nining menegaskan pendampingan tidak berhenti pada keikutsertaan UMKM di pameran. Disperindag Jabar akan terus membantu pelaku usaha agar minat pembeli berlanjut menjadi transaksi ekspor yang terealisasi.
“Ekspor Jabar cukup tinggi namun potensinya tentu masih akan terus dikembangkan. Disperindag akan terus mendampingi 40 UMKM ini sehingga proses transaksi ekspor dapat terlaksana, selain itu juga terus mendorong UMKM lainnya untuk menjaga kualitas produksi sesuai standar pembeli dan mampu menjaga kontinuitas produksinya,” tegas Nining.
Salah satu peserta, Saeful dari PT Mekar Saluyu Grup, membidik transaksi hingga Rp30 miliar di WJX 2026. Perusahaan yang menawarkan produk kopi itu menyasar pasar Timur Tengah dan Eropa.
“Terima kasih kepada Disperindag Provinsi Jabar yang terus mendampingi kami UMKM produsen kopi, untuk berkembang hingga menembus pasar ekspor,” tutur Saeful.
Lewat West Java Expo 2026, Pemprov Jawa Barat berupaya mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli dari berbagai negara. Target Rp750 miliar diharapkan tidak berhenti sebagai capaian selama pameran, tetapi berlanjut menjadi kerja sama dagang yang berkelanjutan.