BANDUNG — Kompetisi karya jurnalistik tahunan milik PT PLN (Persero) itu menyasar jurnalis dari berbagai wilayah Indonesia, dengan skema regional yang membagi peserta ke dalam tiga zona: Jawa bagian Barat, Jawa bagian Timur, dan luar Jawa. Dari skema tersebut, PLN akan memilih 81 peserta terbaik yang tergabung dalam Indonesia Top 81 Journalists.
Enam kategori yang dilombakan meliputi Teks Hard News, Teks Feature, Foto Tunggal, Foto Cerita, Video Hard News, dan Video Feature. Karya yang didaftarkan wajib berbahasa Indonesia dan telah dipublikasikan atau disiarkan di media massa umum pada periode 23 Oktober 2025 hingga 6 November 2026.
Peran Pers dalam Narasi Kemandirian Energi
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai insan pers punya posisi strategis dalam mengawal narasi pembangunan energi nasional yang sejalan dengan Asta Cita, terutama untuk memperkuat swasembada energi.
"Energi adalah fondasi bagi kemandirian sebuah bangsa. Ketika kita mampu mengoptimalkan kekuatan dan potensi energi dalam negeri, kita tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga membuka ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing Indonesia. Dalam proses tersebut, insan pers memiliki peran penting untuk mengawal, menginformasikan, dan memperkaya pemahaman publik mengenai perjalanan kemandirian energi Indonesia," ujar Darmawan.
Tiga Subtema sebagai Pilihan Fokus Karya
PJA 2026 mengangkat tiga subtema yang bisa dipilih peserta untuk mempertajam sudut pandang tulisan atau karya visualnya. Ketiganya menyoroti sisi berbeda dari upaya kemandirian energi.
- Swasembada Energi: Mengoptimalkan Kekuatan Dalam Negeri
- Energi untuk Pertumbuhan dan Daya Saing Indonesia
- Energi Berkeadilan: Memperluas Akses dan Manfaat bagi Masyarakat
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyebut keragaman format karya sengaja dibuka agar jurnalis bisa mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang.
"Keragaman format karya memberikan kesempatan bagi jurnalis untuk mengangkat isu energi dari berbagai sudut pandang dan menyampaikannya dengan kekuatan masing-masing karya jurnalistik. Kami berharap PJA 2026 ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga wadah untuk menyuarakan cerita bagaimana energi hadir dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," jelas Gregorius.
Tahap Lanjutan dan Penilaian Juri Independen
Peserta yang lolos sebagai bagian dari Indonesia Top 81 Journalists wajib menghasilkan karya jurnalistik baru sesuai ketentuan lomba. Karya baru itu menjadi dasar penentuan juara utama di masing-masing kategori.
Seluruh karya akan dinilai dewan juri independen yang memiliki kompetensi di bidang jurnalistik. Langkah itu diambil untuk menjaga objektivitas proses penilaian.
Gregorius menambahkan, setiap daerah punya tantangan dan potensi energi yang berbeda. Jurnalis di seluruh Indonesia diajak mengangkat cerita tentang upaya membangun kemandirian energi di wilayahnya masing-masing.
"Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi energi yang berbeda. Kami mengajak jurnalis di seluruh Indonesia untuk mengangkat cerita terhadap berbagai upaya membangun kemandirian energi di wilayahnya, sehingga masyarakat dapat melihat lebih dekat beragam perkembangan energi di Tanah Air," pungkas Gregorius.
Bagi jurnalis di Jawa Barat, skema regional memberi peluang tersendiri karena karya dari wilayah ini akan bersaing dalam zona Jawa bagian Barat. Informasi lengkap soal syarat, jadwal, dan pendaftaran bisa diakses melalui laman resmi PJA 2026.