Pencarian

Festival Sastra Ciwidey 2026 Digelar Dua Hari di SMK Al-Wafa, Angkat Puisi Jawa Barat hingga Ekranisasi

Sabtu, 26 September 2026 • 14:31:01 WIB
Festival Sastra Ciwidey 2026 Digelar Dua Hari di SMK Al-Wafa, Angkat Puisi Jawa Barat hingga Ekranisasi
Peserta mengikuti lokakarya penulisan cerpen pada hari pertama Festival Sastra Ciwidey 2026 di SMK Al-Wafa.

CIWIDEY — Lokakarya penulisan cerpen membuka rangkaian hari pertama Festival Sastra Ciwidey 2026. Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga membahas proses kreatif secara langsung bersama pegiat sastra yang terlibat. Sesi ini menyasar pelajar dan penulis pemula yang ingin mengasah kemampuan menulis fiksi pendek.

Selain cerpen, panitia menyiapkan diskusi puisi Jawa Barat dan perkembangan prosa. Kedua topik itu dibahas dalam sesi terpisah dengan narasumber sesuai agenda yang disusun penyelenggara. Pembahasan menyentuh bagaimana karya sastra daerah tumbuh dan dibaca generasi muda saat ini.

Ekranisasi Sastra: dari Halaman ke Layar

Topik ekranisasi menjadi salah satu bahasan yang disorot dalam festival tahun ini. Ekranisasi adalah proses mengadaptasi karya sastra ke medium lain seperti film. Diskusi ini membuka ruang untuk melihat hubungan antara karya tulis dan medium audiovisual.

Peserta diajak menelusuri bagaimana cerita pendek atau novel bisa berpindah bentuk ke layar tanpa kehilangan inti ceritanya. Pembahasan itu juga menyinggung peluang adaptasi karya sastra Jawa Barat ke industri film nasional.

Mengapa Ciwidey Dipilih Jadi Tuan Rumah

Ciwidey berada di kawasan Bandung Selatan yang punya sejarah dan aktivitas kesusastraan tersendiri. Unsur lokal itu menjadi bagian materi yang dibawa ke dalam rangkaian kegiatan. Pemilihan lokasi ini juga membawa kegiatan sastra keluar dari pusat perkotaan Bandung.

Selama dua hari, Ciwidey berperan sebagai ruang pertemuan berbagai unsur ekosistem literasi. Penulis, pegiat literasi, pelajar, dan masyarakat umum duduk dalam forum yang sama. Mereka membahas proses kreatif sekaligus perkembangan sastra di Jawa Barat.

Agenda Hari Kedua dan Tindak Lanjut

Rangkaian festival masih berlanjut pada Minggu, 27 September 2026. Setiap sesi memiliki tema dan narasumber sesuai agenda yang telah disusun penyelenggara. Karena kegiatan masih berlangsung, hasil dari setiap sesi dapat diperbarui setelah seluruh rangkaian selesai.

Festival ini menggabungkan lokakarya, diskusi, dan pembahasan sejarah lokal dalam satu panggung. Cakupannya lebih luas daripada sekadar pertunjukan karya sastra. Gagasan "menyalakan kawah literasi di Bandung Selatan" menjadi benang merah penyelenggaraan tahun ini.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lintaspriangan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks