JAWA BARAT — Polisi Kroasia membuka penyelidikan atas nyanyian antisemit yang diteriakkan sebagian pendukung Hajduk Split sebelum laga Conference League melawan Ajax. Dalam rekaman yang beredar, massa suporter meneriakkan nama Auschwitz dan dukungan kepada Adolf Hitler di luar stadion.
Insiden itu terjadi menjelang pertandingan yang digelar di Split. Sebuah arak-arakan besar pendukung menuju stadion dipimpin mobil berwarna kuning yang membawa peti mati bertuliskan "Ajax" di atas atapnya.
Rekaman yang tersebar di internet memperlihatkan kerumunan meneriakkan yel-yel bernuansa Nazi. Ajax sendiri secara historis lekat dengan komunitas Yahudi di Amsterdam.
Pemerintah Kroasia dan Ombudsman Bereaksi Keras
Ombudsman Kroasia Tena Simonovic Einwalter menyebut peristiwa itu sebagai bentuk kebencian dan intoleransi. Ia menilai fenomena semacam ini justru makin bebas menyebar karena reaksi pejabat tinggi dan lembaga berwenang selama ini dinilai kurang tegas.
"Sayangnya, alih-alih berkurang dan berhenti, fenomena seperti ini menyebar lebih bebas dan menguat, yang tidak mengejutkan setelah perilaku serupa sebelumnya mendapat reaksi yang tidak memadai dari pejabat tinggi dan badan berwenang," kata Simonovic Einwalter.
Pemerintah Kroasia juga angkat bicara melalui akun X. Mereka mengecam keras nyanyian yang memuliakan rezim Nazi tersebut.
"Kami dengan tegas mengecam nyanyian tidak pantas yang memuliakan rezim Nazi yang terekam di antara sebagian penggemar sebelum pertandingan hari ini di Split," demikian pernyataan pemerintah Kroasia. "Perilaku memalukan seperti itu merupakan penyangkalan terhadap olahraga dan nilai-nilai demokrasi yang dijunjung Kroasia modern."
Polisi Sudah Menangkap Sejumlah Orang
Kepolisian setempat menyatakan telah melakukan penangkapan terkait nyanyian tersebut. Beberapa orang lain juga sudah teridentifikasi dan sedang diburu.
Hajduk Split memenangi laga itu dengan skor 2-1. Namun pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit akibat kembang api yang dinyalakan di tribun.
Hajduk Minta Maaf, UEFA Terbatas pada Insiden di Stadion
Klub Kroasia itu menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial usai laga, meski tidak menyebut secara spesifik soal nyanyian antisemit.
"Ketika situasi seperti hari ini terjadi, kami berkewajiban meminta maaf kepada mereka yang datang ke stadion untuk mendukung tim yang kembali ke kompetisi Eropa setelah 16 tahun," tulis Hajduk.
"Kami juga meminta maaf kepada penyelenggara kompetisi serta manajemen dan pemain Ajax yang menyaksikan pemandangan yang tidak ingin kami ingat oleh Eropa."
UEFA tidak memiliki yurisdiksi atas insiden di luar stadion, tetapi bisa mengambil tindakan jika kejadian berlangsung di dalam tribun atau area stadion.
Sepak bola Kroasia sebelumnya pernah menghadapi sanksi serupa. Pada 2015, Federasi Sepak Bola Kroasia meminta maaf setelah simbol swastika terukir di lapangan jelang kualifikasi Euro 2016 melawan Italia.
Awal bulan ini, laga Nations League Kroasia melawan Inggris digelar dengan sanksi larangan penonton akibat perilaku diskriminatif suporter terhadap Prancis tahun lalu. Anak-anak dan orang dewasa pendamping tetap diizinkan hadir.