BANDUNG — Operasi pengamanan Piala Presiden 2026 di Kabupaten Bandung melibatkan ribuan personel lintas instansi. Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Syarif mengatakan, 1.500 personel yang dikerahkan terdiri dari unsur Brimob, Polres Cimahi, Polrestabes Bandung, TNI, dan pemda setempat.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di dalam Stadion Si Jalak Harupat. Polrestabes Bandung bertanggung jawab penuh terhadap lokasi pertandingan, sedangkan Polres Cimahi mengamankan penginapan, tempat latihan, hingga proses kedatangan para peserta.
Polda Jabar juga menerapkan tiga lapis pemeriksaan terhadap penonton. Pemeriksaan pertama dilakukan di gerbang, kedua di pintu masuk, dan terakhir di zona satu di sekitar stadion.
Sebelum bertugas, seluruh personel menjalani tactical wall game (TWG). Teddy menjelaskan, simulasi ini wajib dilakukan agar setiap petugas paham posisi, tugas, dan tanggung jawab masing-masing selama pertandingan berlangsung.
"Ini memang wajib kita lakukan supaya para pelaksana di lapangan paham terkait bagaimana mereka harus bertindak dan bagaimana posisi masing-masing," ujar Teddy di Bandung, Jumat.
Ia menambahkan, TWG bertujuan memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal dan memberikan rasa aman kepada pemain, ofisial, dan penonton.
Terkait kemungkinan hadirnya Presiden pada pertandingan pembuka, Polda Jabar belum bisa memastikan. Namun, pola pengamanan telah disiapkan mengacu pada prosedur tetap (protap) pengamanan VVIP.
"Yang jelas kami belum mengetahui apakah beliau datang atau tidak. Ada utusan dari pusat untuk memastikan penyelenggaraan pertandingan ini berjalan dengan baik," kata Teddy.
Polda Jabar mengimbau penonton mematuhi arahan petugas dan tidak membawa barang-barang yang dapat membahayakan atau mengganggu jalannya pertandingan. Teddy berharap seluruh pihak, mulai dari panitia, aparat keamanan, hingga suporter, dapat menjaga ketertiban.
"Semoga turnamen berlangsung aman, lancar, dan menjadi tontonan yang nyaman bagi masyarakat," ujarnya.