Pencarian

Review Xiaomi Pad 9 Pro Max: Tablet 13,3 Inci Tipis dengan Chip Buatan Sendiri

Rabu, 09 September 2026 • 21:50:01 WIB
Review Xiaomi Pad 9 Pro Max: Tablet 13,3 Inci Tipis dengan Chip Buatan Sendiri
Xiaomi memperkenalkan Pad 9 Pro Max di China pada Senin (7/9/2026) sebagai tablet dengan chip buatan sendiri, Xring O3, dan layar 13,3 inci.

JAWA BARAT — Xiaomi memperkenalkan Pad 9 Pro Max di China pada Senin (7/9/2026), langsung menempatkannya sebagai tablet paling bertenaga di lini produk mereka. Perangkat ini bukan sekadar pembaruan spesifikasi—ia membawa chip buatan Xiaomi sendiri yang sebelumnya hanya dipakai di smartphone lipat premium, plus layar lega yang bisa difungsikan sebagai monitor eksternal.

Kami belum memegang unitnya secara langsung. Artikel ini adalah analisis atas spesifikasi resmi yang dirilis Xiaomi, dengan perbandingan terhadap kompetitor sekelasnya yang sudah beredar di pasar.

Xring O3: Chip 3nm Buatan Xiaomi dengan Klaim GPU Naik 85%

Jantung dari Pad 9 Pro Max adalah Xring O3, system-on-chip (SoC) dengan proses fabrikasi 3 nanometer. Chip ini mengusung CPU 10-core dengan konfigurasi dua core C1-Ultra hingga 4,35 GHz, empat core C1-Premium hingga 3,68 GHz, dan empat core C1-Pro 3,15 GHz. Untuk grafis, Xiaomi menyematkan GPU Mali-G2-Ultra 16-core.

Klaim kenaikan performanya cukup agresif: CPU multi-core naik 60 persen dan GPU naik 85 persen dibanding generasi sebelumnya. NPU-nya pun disebut mampu mencapai 200 TOPS untuk pemrosesan AI. Jika angka ini akurat di dunia nyata, tablet ini akan menjadi salah satu yang tercepat di kelasnya, menggeser posisi tablet flagship berbasis chip Qualcomm atau MediaTek.

Namun, perlu diingat bahwa klaim pabrikan sering kali diukur dalam kondisi ideal. Pengujian benchmark independen seperti AnTuTu atau Geekbench tetap diperlukan untuk melihat performa aktual, terutama soal thermal throttling saat dipakai gaming atau rendering video dalam waktu lama.

Layar 13,3 Inci 3.4K: Panel LCD dengan Opsi Matte Glass

Xiaomi memilih panel LCD berukuran 13,3 inci dengan resolusi 3.408 x 2.272 piksel (3.4K) dan rasio aspek 3:2. Refresh rate-nya mencapai 144 Hz dengan kecerahan puncak 1.000 nits. Untuk tablet produktivitas, rasio 3:2 ini ideal karena memberikan ruang vertikal lebih banyak saat membaca dokumen atau browsing.

Varian Soft Light/Matte Glass menjadi nilai jual menarik. Lapisan nano-texture-nya dirancang mengurangi pantulan cahaya, membuatnya nyaman digunakan di ruangan terang atau di bawah sinar matahari langsung. Ini fitur yang biasanya hanya ada di tablet premium seperti iPad Pro, dan kehadirannya di lini Xiaomi patut diapresiasi.

Baterai 12.000 mAh dan Bodi Tipis 5,67 mm

Kapasitas baterai 12.000 mAh cukup besar untuk menemani layar 13,3 inci. Dukungan pengisian cepat 120W via kabel menjadi nilai plus, mampu mengisi daya dari kosong hingga penuh dalam waktu singkat. Ada juga reverse charging 27W dan dukungan 45W khusus melalui konektor pogo pin untuk aksesori tertentu.

Yang paling mengejutkan justru ketipisannya. Dengan bodi hanya 5,67 mm dan bobot 645 gram, tablet ini terbilang ramping untuk ukuran layar selebar itu. Desain unibody logam dengan pilihan warna Black, Silver, dan Rich Wine Red memberi kesan premium. Meski begitu, bobot 645 gram tetap terasa di tangan jika digunakan satu tangan dalam waktu lama—ini bukan perangkat untuk dibawa sambil berdiri tanpa penyangga.

Dual Fungsi: Tablet Produktivitas Sekaligus Monitor Eksternal

Fitur yang langsung mencuri perhatian adalah dukungan DisplayPort input (DP-in) pada port USB-C. Ini memungkinkan Pad 9 Pro Max digunakan sebagai monitor eksternal untuk laptop atau handheld gaming. Dengan resolusi 3.4K dan refresh rate 144 Hz, tablet ini bisa menjadi layar kedua yang mumpuni untuk produktivitas atau bermain game.

Multitasking juga menjadi andalan. Mode split-screen disebut mampu menjalankan hingga enam aplikasi sekaligus. Dilengkapi Wi-Fi 7, delapan speaker dengan Dolby Atmos, dan enam mikrofon, tablet ini dirancang sebagai pusat kerja dan hiburan. Sistem operasinya menggunakan HyperOS 4 berbasis Android 17.

Spesifikasi Kamera: Bukan Prioritas Utama

Kamera belakang 50 MP dengan OIS dan kamera depan 32 MP terlihat mumpuni di atas kertas. Namun, Xiaomi sendiri tidak menjadikan kamera sebagai fitur andalan. Fokus utama tablet ini jelas pada layar dan performa. Hasil foto dari tablet sekelas ini biasanya masih kalah dibanding smartphone flagship, jadi ekspektasi perlu disesuaikan.

Harga dan Ketersediaan di Indonesia

Xiaomi Pad 9 Pro Max dijual di China dalam beberapa konfigurasi RAM dan penyimpanan, mulai dari Rp12,6 juta hingga Rp20,8 juta (estimasi kurs). RAM maksimalnya 16 GB dengan penyimpanan internal hingga 1 TB.

Belum ada informasi resmi mengenai kapan tablet ini akan masuk ke Indonesia. Harga di atas juga belum termasuk pajak dan biaya lain yang biasanya membuat harga domestik lebih tinggi. Jika melihat pola perilisan Xiaomi sebelumnya, kemungkinan besar perangkat ini akan hadir di Indonesia, tapi dengan rentang waktu yang tidak bisa diprediksi.

Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Pad 9 Pro Max

  • Kelebihan: Chip Xring O3 berpotensi sangat kencang dengan klaim kenaikan performa GPU 85%.
  • Kelebihan: Layar 13,3 inci 144 Hz dengan opsi matte glass yang mengurangi pantulan.
  • Kelebihan: Bodi sangat tipis (5,67 mm) untuk tablet sebesar ini.
  • Kelebihan: Fitur DP-in memungkinkan penggunaan sebagai monitor eksternal.
  • Kekurangan: Panel LCD, bukan OLED—kontras dan warna hitam tidak akan sebaik kompetitor premium.
  • Kekurangan: Belum ada kepastian ketersediaan dan harga resmi di Indonesia.
  • Kekurangan: Bobot 645 gram cukup berat untuk penggunaan genggam dalam waktu lama.
  • Kekurangan: Ekosistem aksesori (keyboard, stylus) belum diumumkan, padahal penting untuk tablet produktivitas.

Verdict: Tablet Produktivitas Tinggi dengan Catatan

Xiaomi Pad 9 Pro Max tampil sebagai tablet yang sangat menarik di atas kertas. Kombinasi layar besar 144 Hz, chip bertenaga, baterai jumbo, dan bodi tipis menjadikannya kandidat kuat untuk pengguna yang butuh perangkat produktivitas sekaligus hiburan. Fitur DP-in adalah pembeda yang cerdas, mengubah tablet menjadi monitor eksternal berkualitas tinggi.

Namun, keputusan pembelian sebaiknya menunggu hasil review mendalam yang menguji performa nyata, suhu, dan daya tahan baterai. Panel LCD juga menjadi pertimbangan bagi mereka yang sudah terbiasa dengan kualitas OLED. Untuk saat ini, tablet ini paling cocok untuk para profesional kreatif, mahasiswa, atau pengguna yang membutuhkan layar besar dengan fleksibilitas tinggi—asalkan mereka bersabar menunggu kehadirannya di Indonesia.

Follow bumipasundan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: teknologi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks