SUMEDANG — Lapangan sepak bola Desa Cikeruh kini memiliki jogging track yang bisa dimanfaatkan warga untuk olahraga dan ruang terbuka hijau. Fasilitas itu merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Jatinangor Town Square (Jatos) dan PT Jatinangor Heritage (Jahe).
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berharap jogging track dapat menjadi sarana olahraga sekaligus mempercantik lingkungan desa. "Semoga jogging track ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga Desa Cikeruh, sebagai fasilitas olahraga dan ruang terbuka hijau," ujarnya dalam sambutan.
Selain jogging track, Jatos juga menyerahkan satu unit kendaraan operasional bagi Pemerintah Desa Cikeruh. Kepala Desa Cikeruh II Jai mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. "Kendaraan ini sangat bermanfaat untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat," kata II Jai.
Ia juga berharap pemerintah daerah melanjutkan pembangunan sarana pendukung di kawasan lapangan, seperti penerangan jalan umum (PJU), toilet, dan ruang ganti agar fasilitas olahraga semakin nyaman.
Di lokasi yang sama, Bupati meresmikan operasional Lalagoon Waterpark Jatinangor yang dikelola PT Jatinangor Heritage. Perwakilan perusahaan, Arnold, mengatakan peresmian ini sekaligus menandai beroperasinya kawasan Jatinangor Heritage. Ke depan, perusahaan berencana menghadirkan kafe dan sarana olahraga lainnya.
Bupati Dony Ahmad Munir mengapresiasi investasi tersebut karena membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. "Saat ini sekitar 20 tenaga kerja yang direkrut berasal dari warga Desa Cikeruh," katanya.
Ia juga menekankan agar penerimaan pajak hiburan dari tiket masuk waterpark masuk ke kas daerah secara transparan. "Pajak hiburan dari tiket masuk juga menjadi salah satu sumber pendapatan daerah," ujar Dony. Menurutnya, Pemkab Sumedang terbuka terhadap investasi yang memberi manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek lingkungan, termasuk penyediaan kawasan resapan air.
Arnold berharap kawasan Jatinangor Heritage bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Sumedang. "Kami ingin masyarakat tidak perlu keluar daerah untuk menikmati fasilitas rekreasi," ujarnya. Dengan beroperasinya waterpark, warga Sumedang kini memiliki destinasi wisata baru yang dikelola langsung oleh perusahaan lokal.