BANDUNG — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat kini memiliki peluang lebih besar untuk melayani wisatawan asing berkat perluasan implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border. Bank Indonesia (BI) mengumumkan layanan pembayaran lintas negara ini sudah dapat digunakan di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.
Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia, Willy Togi, mengatakan perkembangan QRIS sejak diluncurkan pada 2019 berlangsung sangat pesat. Kini, wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia tidak perlu lagi menukar uang tunai atau menggunakan kartu kredit.
“Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital,” ujar Willy dalam keterangan yang dikutip dari ANTARA, Selasa (28/7).
Kemudahan ini dinilai menjadi angin segar bagi UMKM, terutama di daerah-daerah tujuan wisata di Jawa Barat seperti Bandung, Bogor, Pangandaran, dan Garut. Sistem pembayaran digital mempercepat transaksi sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelanggan internasional yang terbiasa dengan metode cashless.
Selain memperluas jangkauan lintas negara, BI juga memperkenalkan inovasi terbaru bernama QRIS Tap. Teknologi ini memanfaatkan Near Field Communication (NFC) untuk memproses pembayaran tanpa perlu memindai kode QR secara manual.
“Perkembangannya sangat massif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan NFC untuk pembayaran,” kata Willy.
Dengan QRIS Tap, pelanggan cukup mendekatkan ponsel atau kartu yang kompatibel ke mesin pembaca di merchant. Fitur ini diharapkan mempercepat antrean di gerai-gerai ramai seperti restoran dan pusat oleh-oleh.
PT Finnet Indonesia, sebagai penyedia layanan pembayaran digital, menyatakan komitmennya mendukung pengembangan ekosistem QRIS. Perusahaan yang berperan sebagai issuer, acquirer, dan payment gateway ini melengkapi merchant dengan berbagai fitur pendukung.
Direktur Technology Product & Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia, Anton Daryono, mengatakan perusahaannya terus mengembangkan layanan sesuai kebutuhan industri dan regulasi BI.
“Kami sangat mendukung inovasi maupun kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Harapannya digitalisasi di Indonesia semakin inklusif, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, serta aman dan andal,” kata Anton.
Finnet juga menyediakan perangkat Soundbox dan notifikasi transaksi real-time bagi merchant. Perangkat ini membantu pemilik usaha memastikan setiap pembayaran berhasil tanpa harus mengecek layar ponsel setiap saat.
Perluasan QRIS Cross Border datang di saat sektor pariwisata Jawa Barat mulai bangkit. Dengan kemudahan pembayaran digital, UMKM di kawasan wisata diharapkan mampu meningkatkan volume transaksi dari wisatawan asing yang sebelumnya terkendala perbedaan mata uang.
BI optimistis langkah ini akan memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional sekaligus mendorong inklusi keuangan di daerah. Bagi pelaku UMKM, menyediakan opsi pembayaran QRIS kini bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk bersaing di era pariwisata global.