BOGOR — Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jabar berkomitmen penuh menyukseskan Porprov XV yang akan digelar pada 2026. Komitmen itu kembali ditegaskan dalam pertemuan para Chef de Mission (CDM) ke-II yang digelar di Balai Kota Bogor, Selasa (28/7/2026).
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Porprov Jabar 2026 mengusung konsep baru dengan melibatkan 18 kota dan kabupaten sebagai tuan rumah. Konsep ini merupakan inisiasi Gubernur Jawa Barat untuk meringankan beban anggaran yang biasanya ditanggung satu daerah penyelenggara.
Hery Antasari merinci, tiga daerah ditetapkan sebagai tuan rumah utama, yakni Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi. Kemudian, tiga daerah menjadi tuan rumah pendamping: Kota Bandung, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sumedang. Sisanya, 12 kota dan kabupaten lainnya berstatus sebagai daerah pendukung.
Mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor itu memberikan apresiasi khusus kepada tiga tuan rumah utama. Menurutnya, persiapan yang dilakukan Kota Bogor, Depok, dan Bekasi sudah semakin matang meski dihadapkan pada tantangan fiskal yang sama.
“Apresiasi Kota Bogor, Depok, dan Bekasi. Sejauh ini persiapannya luar biasa. Banyak tantangan, anggaran yang saya rasa tidak bisa dijadikan alasan,” kata Hery Antasari dalam sambutannya.
Penyebaran tuan rumah Porprov ini tidak hanya bertujuan meringankan anggaran infrastruktur. Hery menjelaskan, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan multiplier effect atau efek berganda bagi perekonomian di banyak daerah di Jawa Barat.
Ia optimistis, meskipun anggaran tersebar di banyak daerah, Porprov XV tetap mampu menghadirkan kesuksesan, baik dari sisi penyelenggaraan maupun prestasi atlet. “Tiga tuan rumah utama, Kota Bogor, Depok, dan Bekasi. Tiga tuan rumah pendamping, Kota Bandung, Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sumedang. Serta 12 kota kabupaten pendukung,” bebernya.