Kurangi Risiko Kecelakaan, Dishub Bekasi Kerahkan Petugas Bersertifikat di Perlintasan Kereta Bulak Kapal

Penulis: Jefri Siahaan  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 08:26:32 WIB
Petugas bersertifikat dari Dishub Kota Bekasi mulai bertugas mengatur lalu lintas di perlintasan kereta api Bulak Kapal, Bekasi Timur, untuk mengurangi risiko kecelakaan.

BEKASI — Perlintasan sebidang kereta api di Bulak Kapal, Bekasi Timur, selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Bekasi. Banyak pengendara yang nekat menerobos palang pintu meski kereta tengah melintas. Situasi itu mendorong Dishub Kota Bekasi mengambil langkah baru dengan menempatkan petugas bersertifikat di lokasi tersebut.

Petugas Bersertifikat Ditempatkan di Titik Rawan

Kepala Dishub Kota Bekasi, Yayan Yuliana, mengatakan bahwa penempatan petugas bersertifikat ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang. "Petugas yang kami kerahkan sudah mengikuti sertifikasi dan pelatihan khusus dari Balai Perhubungan Darat," ujarnya. Mereka tidak hanya bertugas membuka-tutup palang pintu, tetapi juga mengatur arus lalu lintas kendaraan dan pejalan kaki di sekitar rel.

Mengapa Bulak Kapal Jadi Prioritas?

Perlintasan Bulak Kapal memiliki volume kendaraan yang tinggi karena berada di jalur penghubung antara Bekasi Timur dan pusat kota. Selain itu, posisi rel yang membelah jalan raya membuat jarak pandang pengendara terbatas. Sebelumnya, beberapa kali terjadi kecelakaan antara kendaraan bermotor dan kereta api di titik ini. Dengan hadirnya petugas bersertifikat, diharapkan pengendara lebih disiplin dan tidak lagi menerobos palang pintu.

Jadwal Penjagaan dan Tindak Lanjut

Dishub Bekasi menempatkan petugas di perlintasan Bulak Kapal pada jam-jam sibuk, yakni pagi dan sore hari saat aktivitas warga tinggi. Ke depan, instansi itu berencana memperluas penempatan petugas serupa ke sejumlah perlintasan sebidang lain yang dinilai rawan. "Kami juga akan terus berkoordinasi dengan PT KAI untuk meningkatkan infrastruktur keselamatan di perlintasan," kata Yayan.

Warga sekitar menyambut baik langkah ini. Seorang pengendara motor yang kerap melintas, Andi (34), mengaku sering melihat pengendara lain nekat menerobos saat palang pintu belum tertutup sempurna. "Semoga dengan adanya petugas, mereka jadi kapok," ujarnya.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: bekasi.pojoksatu.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top