BOGOR — Pendataan ulang ini menyasar anak-anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMP yang tidak lagi tercatat sebagai siswa aktif. Disdik Kota Bogor menargetkan data yang akurat agar program beasiswa tepat sasaran dan tidak ada lagi warga kota yang putus sekolah karena alasan biaya.
Selama ini, data anak putus sekolah kerap tidak akurat karena banyak orang tua yang tidak melapor ke kelurahan atau dinas terkait. Akibatnya, bantuan pendidikan seringkali tidak menjangkau mereka yang paling membutuhkan.
Dengan pendataan ulang yang dimulai baru-baru ini, Disdik berharap angka partisipasi sekolah di Kota Bogor bisa meningkat signifikan. Pemerintah kota menyiapkan skema beasiswa yang mencakup biaya sekolah, seragam, dan alat tulis.
Beasiswa ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terpaksa berhenti sekolah. Prioritas diberikan kepada mereka yang masih berada di usia wajib belajar, yaitu 7 hingga 15 tahun.
Disdik juga akan memverifikasi data dengan menggandeng Dinas Sosial dan kelurahan setempat. Hal ini untuk memastikan tidak ada tumpang tindih penerima bantuan dengan program sosial lainnya seperti Program Indonesia Pintar (PIP).
Setelah data terkumpul, Disdik Kota Bogor akan melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah warga. Tim dari dinas akan mendampingi orang tua untuk mengurus administrasi pendaftaran ulang ke sekolah terdekat.
Pihak Disdik menargetkan proses pendataan rampung dalam beberapa pekan ke depan. Setelah itu, penyaluran beasiswa dijadwalkan mulai berjalan pada semester depan agar anak-anak tidak kehilangan waktu belajar lebih lama lagi.