BANDUNG BARAT — Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengingatkan para calon prajurit TNI di Pusdikif Cipatat untuk menjauhi sikap arogan. Ia menegaskan bahwa prajurit yang sombong akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat, padahal TNI lahir dari rakyat.
Pesan Menhan: Jangan Pernah Sombong kepada Masyarakat
“Pegang teguh Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit. Jangan pernah menjadi prajurit yang sombong kepada masyarakat, karena TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan harus selalu dicintai rakyat,” tegas Sjafrie di hadapan para siswa Dikmata, Dikmaba, serta personel organik Pusdikif, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, keberadaan para calon prajurit merupakan harapan orang tua, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, mereka diminta terus berlatih, meningkatkan kemampuan, serta menjaga disiplin.
Kekuatan TNI Bukan Hanya Soal Kemampuan Tempur
Dalam arahannya, Menhan menyebut kekuatan TNI tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan tempur. Karakter, moral, dan integritas setiap prajurit dalam mengabdikan diri juga menjadi faktor penentu.
“Dengan berpedoman pada nilai-nilai keprajuritan, para siswa diharapkan mampu menjadi prajurit yang tangguh, profesional, modern, adaptif, dan tetap memiliki jiwa pengabdian yang tinggi,” ujarnya.
Kunjungan Kerja ke Pusdikif Cipatat
Kunjungan Menhan ke Pusdikif Cipatat didampingi sejumlah petinggi TNI. Turut hadir Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Danpusenif Letjen TNI Iwan Setiawan, dan Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Dr. Agus Bhakti.
Pengarahan ini menjadi bagian dari pembinaan mental dan karakter bagi prajurit muda yang tengah menempuh pendidikan dasar kemiliteran di Pusdikif.