KTNA Kota Banjar Minta Petani Siapkan Mitigasi Kemarau, Debit Sungai Citanduy Diprediksi Aman Hingga September

Penulis: Luthfi Hakim  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:10:31 WIB
Petani mengairi sawah di area persawahan Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026).

BANJAR — Ketua KTNA Kota Banjar Abdul Kholik menyebut pasokan air untuk area persawahan masih mencukupi hingga bulan September. Hal itu mengacu pada data debit Sungai Citanduy di kawasan Bendungan Dobo, Kecamatan Pataruman, yang tercatat sekitar 7 meter kubik per detik. "Kemarin saat rapat penyampaian dari BBWS debit air masih aman sampai September," kata Kholik kepada harapanrakyat.com, Sabtu (1/8/2026). Pernyataan itu disampaikan usai rapat bersama Komisi Irigasi (Komir) di Bappelitbangda Kota Banjar. Meski kondisi saat ini terbilang aman, Kholik menyoroti potensi masalah jika puncak kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Kekhawatiran Petani di Tengah Masa Tanam

Kekhawatiran utama tertuju pada sebagian petani yang baru akan memulai masa tanam. Jika kemarau ekstrem berlanjut melewati September, periode pertumbuhan tanaman justru akan bertepatan dengan menyusutnya pasokan air irigasi. "Kalau kemarau ekstrem daerah yang baru mau masuk musim tanam ini kan masa tanamnya nanti melewati bulan September. Nah, ini yang kami khawatirkan," ujarnya. Saat ini, area pertanian di Kecamatan Langensari dinilai masih aman. Tanaman padi di wilayah tersebut telah memasuki usia 30-40 hari, sehingga hanya membutuhkan pengaturan air irigasi secara bergilir.

Pengawasan Pemanfaatan Air Irigasi Diperketat

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Banjar Yoyon Cuhyon mengakui adanya penurunan debit air Sungai Citanduy. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan, pihaknya akan melakukan pengawasan lapangan terhadap pemanfaatan air irigasi. "Iya. Hasil rapat kemarin secara garis besar memang untuk air irigasi mencukupi sampai bulan September mendatang," katanya. Pengawasan ini menyasar penggunaan air irigasi yang kerap dialihkan untuk mengairi kolam ikan. Langkah tersebut diambil agar distribusi air tetap merata dan prioritas utama pemenuhan kebutuhan sawah tetap terjaga.
Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: media3.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top