JAWA BARAT — Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks dibuka di level 6.254,78 dan sempat menyentuh level terendah harian di 6.241,41. Hingga pukul 09.19 WIB, IHSG masih bertahan di zona hijau, mengindikasikan sentimen pasar yang positif pada awal sesi perdagangan. Level penutupan sebelumnya berada di posisi 6.234,50.
Sejalan dengan penguatan indeks utama, indeks sektoral IDX Energy tercatat naik 6,07 poin atau 0,21 persen ke level 2.952,91. Kinerja ini menunjukkan minat investor terhadap saham-saham berbasis komoditas masih tetap terjaga di tengah fluktuasi harga batu bara global.
Dari pantauan BEI, terdapat delapan saham energi yang mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan pagi ini. Berikut rinciannya:
Di sisi lain, pergerakan saham energi tercatat variatif. Tekanan jual terlihat pada saham Transcoal Pacific yang terkoreksi cukup dalam hingga 3,85 persen ke level 4.240. Disusul Super Energy yang melemah 1,81 persen ke level 2.710, serta Paragon Karya Perkasa yang turun 1,27 persen ke level 3.900.
Saham Raharja Energi Cepu juga tercatat melemah 1,19 persen ke level 4.990. Sementara itu, tiga emiten besar seperti Bayan Resources, Adaro Andalan Indonesia, dan Prima Andalan Mandiri diperdagangkan stagnan atau tidak berubah dibandingkan posisi sebelumnya.
Perbedaan arah pergerakan antar saham ini menunjukkan bahwa meskipun indeks sektor kompak menguat, kinerja individual emiten masih sangat dipengaruhi oleh sentimen spesifik dan aktivitas perdagangan masing-masing saham. Investor tetap perlu mencermati fundamental emiten di tengah momentum penguatan IHSG hari ini.