CIREBON — Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Cirebon, M Luthfi, mengatakan pengawasan kini difokuskan pada pusat-pusat kuliner yang menjadi lokasi berkumpulnya para pengamen. Patroli rutin dilakukan setiap hari untuk menjaga ketertiban masyarakat.
"Kami setiap hari melakukan patroli dan sekarang kami fokuskan pada pusat-pusat kuliner yang memang menjadi tempat aktivitas para pengamen," kata Luthfi di Cirebon, Sabtu.
Pemetaan dilakukan berdasarkan tingkat keramaian dan intensitas aktivitas pengamen di lapangan. Titik-titik ini tersebar di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan publik yang sering menjadi tempat berkumpulnya pengamen serta pedagang asongan.
Viralnya video keributan di GTC Cirebon menjadi pemicu utama penguatan patroli. Peristiwa tersebut menyita perhatian publik dan mendorong pemerintah kota untuk bertindak lebih tegas dalam menjaga ketertiban di ruang publik.
Pengawasan yang dilakukan tidak hanya menyasar pengamen, tetapi juga kelompok Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya. Luthfi menyebutkan kelompok tersebut meliputi pengemis, gelandangan, orang terlantar, manusia silver, hingga pedagang asongan.
"Yang kami petakan ada 12 titik rawan, terutama lokasi yang ramai dilalui dan menjadi tempat masyarakat beraktivitas," ujarnya.
Dengan adanya patroli rutin di titik-titik tersebut, diharapkan rasa aman dan nyaman masyarakat yang beraktivitas di pusat kota meningkat. Kehadiran petugas di lapangan juga menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi konflik serupa terulang kembali.
Satpol PP Kota Cirebon berkomitmen menjalankan pengawasan secara konsisten dengan pendekatan yang humanis, namun tetap tegas terhadap pelanggaran ketertiban umum. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga wajah kota tetap tertib dan kondusif.