JAWA BARAT — Keputusan Jusuf Hamka memborong mobil listrik untuk karyawan selalu menarik perhatian. Kali ini, giliran Changan Nevo Q05 yang masuk daftar belanjanya. Pengusaha jalan tol yang akrab disapa Babah Alun itu memesan varian Max di GIIAS 2026, lengkap dengan permintaan diskon 20 persen. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menanggapi santai permintaan tersebut. "Aman, aman," ujarnya di ICE BSD City, Jumat (7/8/2026).
Posisi Changan Nevo Q05 di pasar SUV listrik Indonesia cukup menarik. Dengan harga Rp 359 juta untuk varian Max dan Rp 309 juta untuk varian Pro, ia berada di antara kompetitor seperti BYD Atto 3 dan Chery Omoda E5. Namun Q05 menawarkan sesuatu yang jarang ada di kelasnya: jarak tempuh hingga 462 km (NEDC) dan dukungan DC fast charging 30-80 persen hanya dalam 15 menit.
Bicara angka, Q05 punya wheelbase 2.735 mm yang membuatnya masuk kategori SUV compact. Bagasi standar 540 liter, plus kompartemen tambahan 90 liter di bawah lantai. Lipat kursi belakang, kapasitas melebar jadi 1.380 liter — cukup untuk kebutuhan operasional harian atau perjalanan keluarga.
Fitur Vehicle-to-Load (V2L) juga tersedia. Mobil ini bisa dipakai menyuplai listrik untuk peralatan elektronik. Ini nilai jual besar untuk pasar Indonesia, terutama buat yang sering piknik atau butuh cadangan daya saat mati lampu.
Selisih harga Rp 50 juta antara varian Pro dan Max terasa besar. Yang membedakan: atap kaca panoramic dan power tailgate elektrik. Pertanyaannya, apakah dua fitur itu worth Rp 50 juta? Untuk penggunaan harian, power tailgate jelas memudahkan — apalagi kalau sering membawa barang. Atap kaca panoramic lebih ke gengsi dan kesan kabin lapang.
Kalau budget terbatas, varian Pro tetap masuk akal. Tapi kalau mobil ini untuk armada perusahaan atau dipakai banyak orang, Max memberi kemudahan operasional yang lebih baik.
Jusuf Hamka tidak hanya memesan Q05. Ia juga membeli Toyota Hilux Double Cabin untuk proyek dan 60 unit Land Cruiser FJ untuk direktur serta manajer di enam ruas jalan tolnya. Selain itu, ia berencana menambah pemesanan Aletra L8 setelah sebelumnya memesan 150 unit.
Pola pembelian ini menunjukkan bahwa Q05 diposisikan sebagai kendaraan operasional, bukan kendaraan mewah untuk pejabat. Ini justru jadi sinyal menarik: SUV listrik compact mulai dianggap layak untuk kebutuhan armada perusahaan, bukan cuma mobil gaya hidup.
Changan Nevo Q05 punya paket menarik di atas kertas: jarak tempuh panjang, fast charging kencang, dan fitur V2L. Harga Rp 359 juta untuk varian Max cukup kompetitif di segmennya. Namun keputusan pembelian tetap harus didasari uji jalan langsung — terutama untuk merasakan kualitas berkendara, suspensi, dan konsumsi energi aktual.
Untuk Jusuf Hamka yang memborong untuk karyawan, Q05 bisa jadi pilihan operasional yang efisien. Untuk pembeli individu, tunggu review lebih mendalam setelah unit tersedia untuk test drive. Jangan hanya tergiur angka di brosur.