KUNINGAN — UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kuningan menangani tiga laporan kebakaran yang terjadi nyaris beruntun di wilayahnya. Kejadian tersebut tersebar di Desa Tajurbuntu, Kecamatan Pancalang; Desa Babatan, Kecamatan Kadugede; serta lahan bambu di Desa Padarek, Kecamatan Kuningan.
Peristiwa paling besar terjadi di Desa Tajurbuntu. Bangunan toko sekaligus rumah milik Nani Sumarni ludes dilalap si jago merah pada Minggu (9/8) malam. Warga sekitar pertama kali melihat percikan api dari bagian atap rumah sekitar pukul 21.30 WIB.
Api yang cepat membesar membuat warga panik dan berupaya memadamkan secara mandiri sebelum petugas tiba. Bangunan seluas 96 meter persegi yang dihuni dua orang itu juga difungsikan sebagai usaha fotokopi.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan enam personel langsung dikerahkan menggunakan satu unit kendaraan pancar. Saat itu, sebagian petugas lainnya memang tengah menangani kebakaran di Desa Babatan.
“Api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan sekitar satu setengah jam,” katanya, Senin (10/8).
Proses pemadaman melibatkan satu unit mobil pemadam dari Yonif TP 839/Satria Abyakta Cilimus, Polsek Pancalang, aparat kecamatan, hingga PLN. Berdasarkan pemeriksaan awal, kobaran api diduga dipicu hubungan pendek arus listrik.
Kerugian ditaksir menembus Rp 237 juta. Sejumlah aset penting hangus, termasuk dua mesin fotokopi, dua unit komputer, printer, mesin laminating, alat tulis, serta sebagian struktur bangunan.
Di lokasi berbeda, rumah sekaligus gudang milik Titin Kustini (65) di Desa Babatan turut terbakar. Api muncul dari tumpukan kayu di luar gudang, lalu merambat ke bagian atap bangunan.
Petugas yang tiba di lokasi dibantu personel Polsek Kadugede, Satlantas Polres Kuningan, Koramil, dan Satpol PP. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam hingga api berhasil dijinakkan. Pemilik bangunan diperkirakan mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Kebakaran lahan juga terjadi di Desa Padarek. Sekitar 100 meter persegi lahan bambu milik warga bernama Madkim hangus setelah seorang warga diduga membakar sarang tawon di salah satu pohon.
Api yang ditinggalkan justru membesar akibat tiupan angin dan merambat ke tanaman bambu lain. Enam personel Damkar bersama satu unit randis dikerahkan dan berhasil memadamkan api dalam waktu 25 menit.
Rentetan kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Salajambe serta Desa Kedungarum dan Desa Windujanten. Data kerugian dan luas area terdampak masih dalam pendataan petugas.
Menanggapi meningkatnya kasus kebakaran, Andri meminta warga tidak lengah terhadap potensi sumber api. Beberapa hal yang perlu diwaspadai meliputi tungku, tabung gas, instalasi listrik, hingga aktivitas pembakaran sampah di lahan terbuka.
Warga diminta rutin memeriksa selang dan regulator gas, menghindari pemakaian colokan listrik bertumpuk, serta memastikan kabel dan peralatan listrik memenuhi standar keselamatan.
“Pemerintah desa maupun perusahaan diharapkan menyiapkan proteksi kebakaran di lingkungan masing-masing, seperti alat pemadam api ringan (APAR) dan tandon air. Langkah antisipasi ini penting untuk mencegah api berkembang sebelum petugas tiba di lokasi,” ujarnya.