JAWA BARAT — Memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap adalah salah satu tugas terpenting orang tua. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, melainkan juga pada keahlian tenaga kesehatan yang memberikannya. Menjawab tantangan itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika baru saja menggelar pelatihan khusus bagi para bidan garda terdepan di wilayahnya.
Pelatihan yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand Tembaga Timika sejak Senin (10/8/2026) ini menyasar seluruh tenaga kesehatan di Pustu, dengan fokus utama pada bidan. Tujuannya jelas: meningkatkan keterampilan teknis pemberian vaksin agar lebih presisi dan aman, sekaligus memperkuat kemampuan mereka dalam berkomunikasi dengan orang tua.
Kepala Dinkes Mimika, Godfried Maturbongs, menegaskan bahwa keahlian teknis saja tidak cukup. Para bidan juga harus mampu menjadi komunikator yang baik. Mereka perlu meyakinkan para ibu untuk rutin membawa anaknya imunisasi hingga lengkap, bukan berhenti di tengah jalan. Ini poin krusial yang sering menjadi kendala di lapangan.
Selama tiga hari pelatihan, para peserta tidak hanya belajar teori. Mereka dibekali pedoman terkini dan ilmu mutakhir dari narasumber, lalu mempraktikkannya langsung. Langkah ini diambil agar pelaksanaan imunisasi di seluruh wilayah Mimika bisa berjalan teratur, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
"Vaksin yang paling lengkap pun tidak akan bermanfaat jika tidak diberikan kepada anak yang membutuhkannya," tegas Godfried. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi pelatihan tersebut dalam memastikan vaksin yang sudah tersedia benar-benar sampai ke tangan anak-anak yang membutuhkan, sehingga risiko Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) bisa ditekan semaksimal mungkin.
Bagi para ibu muda di Mimika, kabar ini tentu menenangkan. Ke depannya, layanan imunisasi di Pustu terdekat akan ditangani oleh bidan yang lebih terampil dan percaya diri. Ini bukan hanya soal jarum suntik, tapi juga soal pendampingan dan edukasi yang lebih baik sebelum dan sesudah imunisasi.
Ketika seorang bidan mampu berkomunikasi dengan hangat dan jelas, rasa cemas orang tua terhadap efek samping imunisasi bisa berkurang. Pada akhirnya, kepercayaan ini akan meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap dan melindungi lebih banyak anak dari ancaman penyakit seperti campak, polio, dan difteri.
Meski tenaga kesehatan sudah semakin andal, peran orang tua tetaplah yang utama. Pastikan Anda selalu mencatat jadwal imunisasi anak dan jangan ragu bertanya kepada bidan atau dokter tentang jenis vaksin serta hal yang perlu diperhatikan setelah imunisasi. Kehadiran Anda di Posyandu atau Pustu sesuai jadwal adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi masa depan si kecil.
Dengan adanya peningkatan kapasitas para bidan ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Mimika yang terlewat imunisasinya. Ini adalah kerja bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan orang tua untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan kuat.