Mentan Amran Sulaiman Temui Komnas Perempuan Usai Polemik Usulan Ganti Kepala BGN Surabaya

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:12:31 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tiba di kantor Komnas Perempuan untuk bertemu komisioner di Jakarta.

JAWA BARAT — Polemik ini mencuat setelah pernyataan Amran dalam Rapat Koordinasi Peternak di Surabaya, Selasa (18/2), yang meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) mengganti Tiara. Alasan pergantian itu karena seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah koordinasinya dinilai belum menyerap telur dari peternak, di tengah gelombang demonstrasi peternak yang menuntut kepastian serapan hasil produksi.

Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, menyoroti pernyataan tersebut karena dianggap menjurus pada stereotip gender. Menanggapi hal itu, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Media Kementerian Pertanian, Arif Cahyono, menyatakan Amran telah langsung mengklarifikasi isu ini begitu pemberitaan meluas.

"Begitu membaca berita itu, Mentan Amran langsung menelpon Komnas Perempuan, meminta maaf dan menjelaskan bahwa beliau tidak bermaksud seperti itu. Mereka mengerti. Permasalahan clear," ujar Arif. Klarifikasi dan Tawaran Posisi untuk Tiara Devi

Arif menambahkan, esensi pertemuan Kamis besok bukan forum klarifikasi lanjutan. "Pertemuan besok lebih merupakan pertemuan silaturahmi biasa," katanya.

Di tengah polemik, Amran juga memberikan opsi bagi Tiara untuk pindah tugas ke Kementerian Pertanian di Jakarta. Tawaran ini muncul setelah ia mengetahui Tiara tengah hamil. Posisi yang ditawarkan disebut setara atau lebih tinggi dari jabatannya saat ini, dengan beban kerja yang tidak terlalu berat secara fisik dan psikis. Akar Masalah: Demonstrasi Peternak dan Serapan Telur

Usulan pergantian Tiara berawal dari aksi demonstrasi peternak di berbagai wilayah pada Senin (17/2). Tuntutan utama mereka adalah keengganan SPPG untuk menyerap telur langsung dari peternak, yang membuat harga telur cenderung turun.

Kepala BGN sendiri telah menyetujui surat permintaan dari Menteri Pertanian agar SPPG meningkatkan serapan telur dari peternak untuk mendongkrak harga. Namun, dalam forum tersebut, Tiara diusulkan diganti karena seluruh SPPG di wilayah Surabaya yang menjadi tanggung jawabnya belum ada satu pun yang menyerap telur dari peternak. Apa Artinya bagi Industri Perunggasan?

Langkah Kementan untuk memastikan SPPG menyerap telur dari peternak lokal menjadi sinyal penting bagi stabilisasi harga komoditas pangan. Jika eksekusi di lapangan berjalan, permintaan telur dari peternak mandiri diharapkan meningkat, sehingga harga di tingkat peternak bisa membaik.

Pergantian koordinator wilayah, seperti yang diusulkan Amran, merupakan instrumen untuk memastikan kebijakan serapan berjalan efektif di daerah. Meski menuai kritik dari sisi komunikasi gender, keputusan ini menunjukkan pemerintah serius menindaklanjuti tuntutan peternak yang selama ini mengeluhkan rantai distribusi yang tidak berpihak pada produsen kecil.

Ke depan, pengawasan terhadap implementasi serapan telur di masing-masing SPPG menjadi kunci. Pelaku usaha perunggasan akan memantau apakah arahan Mentan tersebut benar-benar dijalankan di tingkat lapangan, terutama di daerah-daerah sentra produksi seperti Jawa Timur.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top