JAWA BARAT — Guncangan keras yang berpusat 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer itu tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu infrastruktur kelistrikan. Data BMKG mencatat intensitas guncangan mencapai VII MMI di Aesesa dan Mbay, Nagekeo, serta Riung, Ngada — skala yang berarti kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang konstruksinya tidak kokoh.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Timur, F Eko Sulistyono, menyatakan pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melakukan inspeksi menyeluruh. Proses pemulihan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari pembangkit, jaringan transmisi, hingga gardu induk.
"Kondisi tersebut berdampak pada pasokan listrik di sejumlah lokasi," kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).
Meski beberapa pembangkit sempat padam, ada kabar baik dari Labuan Bajo. PLTD di kawasan wisata super prioritas itu telah diperiksa dan dinyatakan dalam kondisi aman. Tim teknis kini terus memantau sistem secara real-time untuk memastikan jaringan yang sudah pulih tidak kembali terganggu oleh gempa susulan.
Di tengah proses pemulihan yang berjalan, PLN menempatkan fasilitas vital sebagai prioritas tertinggi. Rumah sakit dan posko penanganan bencana mendapat perhatian khusus karena membutuhkan pasokan listrik untuk operasional layanan kesehatan, komunikasi, dan mendukung proses evakuasi warga terdampak.
Langkah ini krusial mengingat BMKG mencatat adanya tsunami berdasarkan pengamatan muka air laut di sejumlah titik. Maurole-Ende mencatat ketinggian air mencapai 0,94 meter, disusul Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, dan Flores Timur 0,25 meter.
Eko menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan petugas dan masyarakat. PLN tidak mau mengambil risiko dengan langsung mengalirkan listrik sebelum memastikan kondisi peralatan benar-benar aman.
"Kami terus mempercepat pemulihan kelistrikan dengan mengutamakan keselamatan serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak," ujarnya.
PLN berkomitmen menyelesaikan pemulihan total sesegera mungkin agar aktivitas warga, terutama layanan publik dan proses rehabilitasi pascabencana, dapat berjalan normal kembali. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan dan segera melaporkan jika menemukan kerusakan jaringan listrik di sekitarnya.