INDRAMAYU — Kilang Balongan yang selama ini dikenal mengolah minyak mentah dari Duri dan Minas, Riau, kini mulai menyerap minyak mentah produksi dalam negeri dari Jatibarang, Indramayu. Minyak mentah tersebut akan diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM) di kilang yang berlokasi di pesisir utara Jawa Barat ini.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Balongan Yulianto Triwibowo mengatakan, kerja sama pemanfaatan bersama fasilitas SPM ini merupakan strategi untuk mengoptimalkan infrastruktur perusahaan. Dengan begitu, roda bisnis di lingkungan Pertamina Group bisa saling menyokong.
"Kerja sama pemanfaatan bersama fasilitas SPM ini adalah strategi yang baik dalam mengoptimalkan infrastruktur perusahaan agar roda bisnis Pertamina Group bisa saling menyokong," katanya dalam keterangan yang diterima di Indramayu, Sabtu.
SPM 165.000 DWT yang dioptimalkan merupakan fasilitas sandar terapung di laut lepas milik Kilang Balongan. Posisinya berada sekitar 15 hingga 18 kilometer dari daratan dan berfungsi sebagai tempat bongkar muat minyak mentah dari kapal tanker besar.
Minyak mentah yang tiba dari kapal selanjutnya dialirkan menuju kilang melalui pipa bawah laut. Untuk menjaga keselamatan operasional, personel gabungan Kilang Balongan rutin melakukan patroli dan pemeriksaan SPM guna mengantisipasi kebocoran serta pencemaran lingkungan laut.
Pemanfaatan minyak mentah produksi dalam negeri ini dinilai mampu mendukung keberlangsungan operasional kilang. Lebih dari itu, langkah ini membuka peluang untuk mengurangi impor minyak mentah yang selama ini masih menjadi andalan pasokan.
"Semoga kerja sama ini berjalan dengan baik dan berdampak pada peningkatan margin perusahaan, serta dapat mengurangi impor Crude Oil," ujar Yulianto.
General Manager Pertamina EP Zona 7 Jufrianson Alfredo Sinaga menambahkan, pemanfaatan SPM 165.000 DWT membuat minyak mentah Jatibarang dapat disalurkan ke kilang lain sesuai kebutuhan. Hal ini sekaligus menjaga kesinambungan produksi di wilayah kerjanya.
Keterhubungan antara produksi minyak mentah dan fasilitas pengolahan menjadi salah satu faktor kunci dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Optimalisasi fasilitas ini membantu memastikan minyak mentah yang diproduksi dapat tersalurkan dengan baik ke fasilitas pengolahan.
"Ini patut kita syukuri karena ada keseimbangan antara kapasitas produksi crude dengan kilang, minimal mengurangi impor dan menjaga ketahanan energi nasional," kata Jufrianson.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret Pertamina dalam memaksimalkan aset infrastruktur yang ada. Dengan memanfaatkan fasilitas SPM yang telah dimiliki Kilang Balongan, perusahaan tidak perlu membangun infrastruktur baru untuk menyalurkan minyak mentah Jatibarang, sehingga efisiensi operasional pun meningkat.