KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuningan memastikan kesiapan teknis peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi ke-528 Kuningan yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2026. Sekretaris Daerah Kuningan U. Kusmana selaku Ketua Panitia menegaskan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci suksesnya seluruh rangkaian acara.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini tidak hanya berfokus pada upacara seremonial, tetapi juga menghadirkan agenda yang menyentuh langsung warga. "Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara gebyar, meriah, menghibur dan mengedukasi, sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya," kata U. Kusmana di sela kegiatan, Minggu (16/8/2026).
Untuk memperingati HUT ke-81 RI, rangkaian kegiatan dipusatkan di Stadion Mashud Wisnusaputra. Sejumlah agenda resmi telah disiapkan, mulai dari pengukuhan Paskibraka, Taptu, Apel Kehormatan dan Renungan Suci, hingga upacara peringatan detik-detik Proklamasi dan upacara penurunan bendera.
Sementara itu, peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan yang jatuh setiap 1 September 2026 sebagai Hari Lahir Kuningan, justru diramaikan dengan lebih banyak kegiatan yang melibatkan partisipasi publik. Ada Turnamen Sepak Bola Bupati Cup, Gema SAUMIMA, Maulid Nabi dan Haul Syekh Maulana Akbar, ziarah makam, hingga Sidang Paripurna istimewa.
Puncak rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan akan digelar pada Minggu pagi, 13 September 2026, berupa Karnaval Budaya. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya lokal sekaligus hiburan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Selain karnaval, sejumlah agenda sosial dan ekonomi kreatif juga turut memeriahkan. Pemkab Kuningan menjadwalkan Ciremai Coffee Culture untuk mengangkat potensi kopi khas daerah, khitan massal bagi warga, Seba Sapton dan Babarit sebagai tradisi budaya, Melesat Run 5K untuk menjaring pecinta olahraga, serta program Bupati Saba Lembur yang memungkinkan kepala daerah bersilaturahmi langsung ke pelosok kampung.
Dengan padatnya agenda yang tersebar selama hampir dua bulan, Pemkab Kuningan berharap peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, tetapi memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kebanggaan masyarakat terhadap identitas daerahnya.