JAWA BARAT — HoYoverse, pengembang di balik Genshin Impact dan Honkai: Star Rail, disebut sedang menggarap proyek ambisius yang jauh dari zona nyaman mereka. Bocoran yang beredar menunjukkan Nodusfall sebagai MMO dunia terbuka bergaya realistis, meninggalkan visual anime khas yang selama ini menjadi identitas perusahaan.
Kabar ini pertama kali mencuat setelah sejumlah akun media sosial mengunggah rekaman video yang diklaim berasal dari sesi pengujian tertutup. Hingga saat ini, HoYoverse belum memberikan pernyataan resmi terkait keberadaan game tersebut, sehingga seluruh informasi yang beredar masih berstatus rumor.
Hal yang paling menyita perhatian dari bocoran Nodusfall adalah sistem pertarungannya. Berbeda dengan aksi hack and slash cepat ala Genshin Impact, video yang beredar memperlihatkan mekanisme yang lebih berat dan penuh perhitungan.
Karakter dalam game tampak mengelola stamina secara manual dan menggunakan senjata dengan bobot serta animasi yang berbeda-beda. Momen pertarungan melawan monster raksasa pun disebut-sebut memiliki kemiripan langsung dengan seri Monster Hunter dari Capcom.
Selain itu, bocoran juga menampilkan elemen eksplorasi dunia terbuka yang luas, sistem mount atau tunggangan, serta opsi kustomisasi karakter yang mendalam. Progression dan sistem RPG klasik juga terlihat hadir, menandakan pengalaman yang lebih kompleks dari sekadar game mobile biasa.
Keputusan paling berani dari HoYoverse dalam proyek ini adalah perpindahan engine. Setelah bertahun-tahun mengandalkan Unity untuk game-game besarnya, Nodusfall kabarnya akan dibangun di atas Unreal Engine 5.
Lompatan ini menjelaskan peningkatan drastis pada kualitas visual yang terlihat di bocoran. Pencahayaan, tekstur, dan detail lingkungan yang realistis menjadi bukti bahwa HoYoverse serius meninggalkan gaya visual anime yang cerah dan beralih ke nuansa dark fantasy yang lebih dewasa.
Perubahan haluan ini bukan tanpa risiko. Formula gacha dan visual anime adalah kunci sukses komersial HoYoverse selama ini. Namun, dengan pendekatan baru yang berfokus pada satu karakter yang dapat dikustomisasi penuh, perusahaan tampaknya ingin menjaring segmen pasar pemain PC dan konsol yang lebih luas.
Informasi dari akun pembocor menyebutkan bahwa sisi multiplayer Nodusfall akan mencakup beberapa mode. Selain co-op hunting yang sejalan dengan mekanisme Monster Hunter, terdapat juga mode PVP dan Team Deathmatch yang direncanakan.
Jika seluruh bocoran ini terbukti akurat, Nodusfall akan menjadi langkah revolusioner bagi HoYoverse. Proyek ini tidak hanya menguji kemampuan teknis mereka di engine baru, tetapi juga keberanian untuk keluar dari ekosistem yang sudah terbukti menguntungkan.
Bagi komunitas gamer di Indonesia yang selama ini akrab dengan game-game HoYoverse, kehadiran Nodusfall bisa menjadi angin segar. Pertanyaannya sekarang, apakah perusahaan akan membawa game ini ke pasar global secara serentak atau justru merilisnya dengan strategi berbeda mengingat target platformnya yang lebih berat?