PLN Terangi 1.528 Desa di Flores Pascagempa, 29 Desa Terisolir Masih Gelap Gulita

Penulis: Luthfi Hakim  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB
Petugas PLN berupaya memulihkan jaringan distribusi listrik di sejumlah desa terisolir di Pulau Flores pascagempa.

JAWA BARAT — Pemulihan kelistrikan pascagempa di NTT berjalan signifikan, tapi belum tuntas. Dari total 1.557 desa di Pulau Flores, PLN menyatakan pasokan utama sudah kembali normal. Kini tim teknis masih berjibaku membuka akses ke puluhan desa yang terputus untuk mengganti tiang dan jaringan distribusi yang rusak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan fokus perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh titik terdampak menyala kembali. "Pasokan utama kelistrikan Flores sudah kembali normal. Saat ini fokus kami adalah memastikan listrik dapat kembali menyala di seluruh titik terdampak," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

29 Desa Terisolir Jadi Pekerjaan Rumah Terberat

Tantangan terbesar bukan lagi pada gardu induk atau jaringan utama, melainkan jaringan distribusi di dekat rumah pelanggan. Sebagian dusun masih terkendala akses pascabencana karena jalan tertutup longsor dan sulit dijangkau kendaraan roda empat.

"Masih ada beberapa dusun dan titik pelanggan yang sedang kami upayakan penormalannya. Beberapa di antaranya terkendala akses pascabencana dan masih terisolir. Kami terus mencari jalur terbaik agar tim dapat segera masuk untuk melakukan perbaikan," kata Darmawan.

Proses pemulihan dilakukan bertahap dengan mengutamakan keselamatan. Setiap jaringan yang akan dinyalakan wajib dipastikan aman, baik bagi masyarakat maupun petugas lapangan. "Dalam kondisi seperti ini, kami harus bergerak cepat tanpa mengabaikan keselamatan," imbuhnya.

Personel Siaga dan Koordinasi Multi-Pihak

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, F. Eko Sulistyono, menyebut timnya masih bersiaga di sejumlah lokasi terdampak. Mereka bertugas melakukan asesmen, perbaikan, hingga penormalan jaringan. Ada lokasi yang infrastrukturnya rusak berat dan butuh penggantian total, ada pula yang aksesnya masih sulit ditembus.

"Tim kami masih bekerja di lapangan untuk menyelesaikan beberapa titik yang belum menyala. Kami terus mengupayakan agar seluruh pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan keamanan," ujar Eko.

PLN tidak bekerja sendiri. Perusahaan pelat merah ini berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri untuk membuka jalur menuju wilayah terisolir. "Dukungan dan koordinasi dengan seluruh pihak sangat penting, terutama untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terganggu," kata Eko.

Antisipasi Gempa Susulan dan Gangguan Lanjutan

PLN juga menyiagakan personel dan peralatan untuk mengantisipasi dampak gempa susulan. Kewaspadaan ini diperlukan karena gangguan lanjutan bisa sewaktu-waktu memengaruhi jaringan kelistrikan yang baru saja dipulihkan.

Eko meminta dukungan dan pengertian masyarakat apabila di beberapa lokasi proses pemulihan membutuhkan waktu lebih lama. "Keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi ujian nyata ketangguhan infrastruktur kelistrikan di kawasan timur Indonesia. Dengan koordinasi lintas instansi yang berjalan, PLN menargetkan tidak ada satu pun desa di Flores yang dibiarkan gelap lebih lama dari yang diperlukan.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top