Asghar Farhadi Terima Penghargaan Heart of Sarajevo, Tegaskan Sinema Tak Mati di Tengah Perang

Penulis: Jefri Siahaan  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:49:31 WIB
Asghar Farhadi menerima Honorary Heart of Sarajevo di National Theatre, Sarajevo, dalam Festival Film Sarajevo.

JAWA BARAT — Bagi Farhadi, Sarajevo bukan tempat asing. Pada 2018, ia dipercaya menjadi presiden juri kompetisi film fitur. Kini, ia kembali dengan status lebih istimewa: penerima Honorary Heart of Sarajevo. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang berkontribusi besar bagi dunia perfilman internasional.

“Saya punya kenangan yang sangat baik saat menjadi ketua juri di sini. Saya menonton pemutaran film dan penontonnya—kebanyakan orang biasa di jalan—memberi saya tanggapan yang berbeda dari festival lain. Itu sangat menarik bagi saya,” ujar Farhadi kepada The Hollywood Reporter di National Theatre, Sarajevo.

“Ketika mereka berkata, ‘Kami ingin mengundang Anda lagi,’ saya menjawab, ‘Tentu saja,’ karena penontonnya sangat istimewa. Ketika mereka memberi saya penghargaan ini, saya sangat menghargainya.”

Sikap Tegas di Tengah Konflik Iran

Kembalinya Farhadi ke Iran bukan sekadar formalitas. Setelah menyelesaikan syuting film terbarunya, Parallel Tales, di Prancis, ia memilih pulang lewat jalur darat dengan mobil menembus perbatasan. Keputusan itu diambilnya sebagai bentuk cinta pada tanah air yang tengah bergejolak.

“Saya mencintai rakyatnya, budayanya. Saya tumbuh di sana, dan saya mencintai mereka,” tegasnya.

Farhadi juga angkat bicara mengenai situasi politik yang memanas, termasuk saat rekan sesama sineas, Jafar Panahi, menghadapi tuntutan penjara. “Saya menentang perang. Bukan hanya di Eropa dan Timur Tengah, tapi di mana pun,” ujarnya.

Ia meyakini hubungan sinema dan politik membutuhkan waktu untuk terlihat hasilnya. “Segala sesuatu yang terjadi di masyarakat memengaruhi sinema. Tapi butuh waktu untuk melihat hasil dari pertemuan sinema dan politik ini. Ini bukan sesuatu yang terjadi hari ini, lalu efeknya terlihat besok. Dalam sinema, semuanya butuh proses.”

Solidaritas Industri dan Film Terbaru

Di tengah tekanan, Farhadi merasa didukung rekan-rekannya di Hollywood dan industri film internasional. “Itu adalah solidaritas tentang segala hal secara umum, karena kita adalah manusia. Ketika Anda merasakan sakit di suatu tempat, dan Anda memberi reaksi terhadap rasa sakit itu, itu memberi solidaritas dan memiliki nilai,” jelasnya.

Pernyataan ini sejalan dengan seruannya pada April lalu, saat Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan “seluruh peradaban” di kawasan tersebut. Farhadi saat itu menyerukan para seniman dan sineas dunia untuk bersuara menghentikan agresi yang menghancurkan infrastruktur sipil.

Film terbarunya, Parallel Tales, yang dibintangi Isabelle Huppert dan Virginie Efira, berkisah tentang seorang novelis yang mulai mengintai tetangganya untuk mencari inspirasi. Film berbahasa Prancis ini tayang perdana di Cannes tahun ini dan langsung terjual ke berbagai negara, termasuk Kanada, Jerman, dan Spanyol.

Apa Selanjutnya untuk Farhadi?

Soal proyek berikutnya, Farhadi masih tertutup. “Saya sedang berpikir, saya sedang menulis,” katanya sambil tertawa. “Tapi itu butuh waktu, dan terlalu dini untuk membeberkan detailnya. Saya sedang mengerjakannya.”

Direktur Festival Film Sarajevo, Jovan Marjanovi?, menyebut Farhadi sebagai sosok yang sulit ditandingi arti pentingnya bagi sinema dunia. “Karya-karyanya mengingatkan kita bahwa drama paling mendalam sering tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Filmnya tidak menawarkan jawaban mudah; mereka mengajak kita untuk melihat lebih dekat, mendengarkan lebih saksama, dan terlibat dengan kompleksitas hidup,” ujarnya.

Bagi Farhadi, penghargaan di festival kelas menengah seperti Sarajevo, Locarno, dan Karlovy Vary memiliki tempat khusus. Di sanalah sinema bertemu langsung dengan penontonnya—tanpa sekat industri, tanpa hiruk-pikuk gala, hanya cerita dan manusia.

Reporter: Jefri Siahaan
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top