JAWA BARAT — Laga di Celtic Park ini menjadi ujian sesungguhnya bagi Celtic pada musim 2026/27. Tim asuhan Martin O'Neill memulai musim dengan tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, tetapi kegagalan di babak play-off musim lalu melawan Kairat asal Kazakhstan masih membekas. Kala itu, Celtic tidak mampu mencetak gol selama lebih dari empat jam pertandingan dan tersingkir lewat adu penalti.
Pertandingan dijadwalkan mulai pukul 20.00 waktu setempat (BST), atau 03.00 dini hari WIB pada Kamis (20/8). Bagi penggemar di Indonesia, laga ini tidak tersedia di kanal free-to-air, tetapi dapat diakses melalui layanan streaming berbayar seperti TNT Sports untuk wilayah Inggris, Paramount+ untuk Amerika Serikat, dan Stan Sport untuk Australia.
Penonton di Irlandia bisa menonton secara gratis melalui RTE Player, yang menyediakan komentar berbahasa Inggris tanpa perlu registrasi. Bagi yang berada di luar wilayah siaran, penggunaan VPN seperti NordVPN menjadi solusi untuk mengakses layanan tersebut.
LASK datang ke Glasgow dengan modal percaya diri tinggi. Klub asal Linz itu menyapu bersih gelar liga dan piala Austria musim lalu—prestasi yang hanya mereka raih untuk kedua kalinya dalam sejarah, mengulang pencapaian tim 1964/65. Tim polesan Dietmar Kuhbauer itu juga belum terkalahkan di musim ini dengan catatan 16 gol dalam empat laga kompetitif.
Penyerang Samuel Adeniran menjadi mesin gol utama LASK dengan empat gol dalam tiga penampilan liga. Namun, sejarah play-off Liga Champions tidak berpihak pada LASK: mereka kalah dari Club Brugge di babak yang sama pada musim 2019/20.
Bagi Celtic, laga ini adalah langkah untuk kembali ke fase liga setelah dua musim absen. Musim lalu mereka hanya tampil di Europa League dan tersingkir di babak 16 besar oleh VfB Stuttgart. Kini dengan O'Neill sebagai manajer permanen dan gelar juara Skotlandia yang direbut dramatis dari Hearts di hari terakhir musim lalu, ekspektasi publik Glasgow meningkat.
Penting untuk dicatat, pemenang tie ini melaju ke fase liga Liga Champions, sementara yang kalah harus puas turun ke Europa League. Leg kedua akan digelar di Linz pada Selasa pekan depan.
Celtic diunggulkan berkat dukungan publik sendiri, tetapi LASK menunjukkan pertahanan solid dan efisiensi serangan yang mengesankan. Bermain imbang 1-1 di leg pertama bisa menjadi hasil yang realistis, mengingat LASK tidak akan mudah dipecahkan dan Celtic cenderung tampil hati-hati di laga Eropa. Namun, jika lini serang Celtic menemukan ritme, mereka berpeluang membawa keunggulan tipis ke Austria.