GARUT — Kabupaten Garut memberangkatkan kontingen terbesar dari Jawa Barat untuk Kejurnas Fespati 2026. Sebanyak 19 atlet yang telah lolos seleksi daerah dan mengantongi rekomendasi dari Pengurus Daerah Fespati Jawa Barat itu akan bersaing di 23 nomor pertandingan.
Ketua Pengcab Fespati Garut, Alif Firmansah, mengatakan seluruh atlet yang direkomendasikan telah melalui proses pembinaan panjang. Mereka akan turun di berbagai kategori, mulai dari horsebow pelajar U-9, U-12, U-15, U-18, horsebow umum, dewasa, hingga jemparing dewasa putra.
"Garut datang dengan jumlah perwakilan yang paling banyak, mudah-mudahan prestasinya juga bisa memberikan kebanggaan," kata Alif di Garut, Rabu.
Dominasi atlet usia muda dalam kontingen ini merupakan buah dari proses regenerasi yang terus digalakkan di Kabupaten Garut. Pembinaan berjenjang dilakukan untuk memastikan lahirnya atlet-atlet baru yang siap berkompetisi di tingkat nasional.
Keikutsertaan dalam Kejurnas Fespati 2026 tidak semata-mata mengejar medali. Alif menegaskan, panahan tradisional membawa nilai budaya yang harus diwariskan kepada generasi muda.
"Mudah-mudahan melalui kejurnas itu nama Garut semakin dikenal, dukungan terhadap para atlet semakin besar, dan semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni panahan tradisional," ujar Alif.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut, Asep Mulyana, mengapresiasi kesiapan 19 atlet yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) tersebut. Pihaknya memastikan dukungan penuh untuk terus melahirkan atlet panahan berprestasi.
"Mengapresiasi, mudah-mudahan 19 atlet itu dapat meraih prestasi yang membanggakan Kabupaten Garut," tutur Asep.
Kejurnas Fespati 2026 di Malang akan menjadi panggung pembuktian bagi para atlet Garut untuk menunjukkan kualitas dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.