Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, telah mendistribusikan 250 ribu liter air bersih ke sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Layanan yang berjalan selama tiga pekan terakhir ini menjangkau 4.823 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Pendistribusian akan terus dilakukan selama status siaga darurat kemarau masih berlaku hingga September mendatang.
CIANJUR — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) setempat mempercepat pendistribusian air bersih. Dalam tiga pekan terakhir, organisasi kemanusiaan ini telah mengirimkan total 250 ribu liter air ke sembilan kecamatan, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 4.823 kepala keluarga (KK).
Sekretaris PMI Cianjur, Sukirman, mengatakan pelayanan air bersih ini akan terus dijalankan selama permintaan dari masyarakat masih masuk. Permintaan tersebut disampaikan melalui aparat desa dan kecamatan yang berkoordinasi langsung dengan pihak PMI.
Dalam beberapa hari terakhir, PMI Cianjur meningkatkan frekuensi pendistribusian menjadi dua hingga empat kali dalam sehari. Hal ini dilakukan untuk merespons tingginya kebutuhan air di kecamatan terdampak seperti Cianjur, Cibeber, Cilaku, Mande, Cikalongkulon, Haurwangi, Sukaluyu, Campaka, dan Cibinong.
"Pelayanan akan terus diberikan selama masih banyak permintaan dari masyarakat, satu hari sekitar 20 ribu liter didistribusikan ke sejumlah titik secara rutin terutama ke wilayah Cibeber dan Cilaku yang terdampak cukup parah," kata Sukirman di Cianjur, Senin.
PMI Cianjur meminta warga yang tinggal di wilayah dengan akses jalan sulit untuk menyiapkan bak penampungan atau kontainer plastik. Langkah ini dinilai penting untuk memudahkan petugas dalam menyalurkan air menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang tidak bisa menjangkau area sempit.
Dengan adanya penampungan, warga tetap bisa menerima pasokan air meskipun truk tangki tidak dapat masuk hingga ke permukiman. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang harus berjalan jauh untuk mendapatkan air bersih.
Untuk memastikan pemerataan layanan, PMI Cianjur berkoordinasi setiap hari dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Perumdam Cianjur, dan Polres Cianjur. Koordinasi ini mencakup penyusunan jadwal pendistribusian agar seluruh kecamatan terdampak bisa terlayani secara bergantian.
"Kami melakukan koordinasi terkait jadwal pendistribusian sehingga seluruh wilayah terdampak terlayani setiap hari, di mana pelayanan dilakukan sampai malam hari seiring tingginya permintaan dan jumlah warga yang bertambah," ujarnya.
Selama musim kemarau, PMI Cianjur tidak hanya fokus pada penanganan kekeringan. Sukirman menjelaskan pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak bencana lain, termasuk kebakaran. Setiap pekan, sekitar 20 hingga 30 paket bantuan disalurkan melalui aparat desa dan kecamatan setempat.
Pelayanan pendistribusian air bersih sendiri akan terus berjalan selama status siaga darurat kemarau ditetapkan hingga September. PMI memastikan seluruh permintaan yang masuk akan diproses selama lokasi tujuan masih dapat dilalui oleh armada truk tangki.