JAWA BARAT — Pengumuman Stage Tour di Gamescom 2026 langsung menyita perhatian gamer veteran yang sudah lama menantikan kembalinya mekanik gameplay ala Guitar Hero. Lewat video singkat yang ditayangkan, Red Octane menunjukkan bahwa game ini bukan sekadar sekuel biasa, melainkan evolusi dari formula lama yang mereka bangun sejak era 2000-an.
Salah satu pembeda utama Stage Tour dari pendahulunya adalah sistem manajemen kru. Pemain tidak hanya bertugas menekan tombol mengikuti irama lagu, tetapi juga bisa mengatur anggota band dari posisi vokalis, gitaris, bassis, hingga drummer.
Kustomisasi instrumen juga menjadi sorotan. Pemain dapat memilih berbagai merek gitar, bass, dan drum populer masa kini untuk memperkuat identitas band virtual mereka. Ini menambah dimensi strategi dan personalisasi yang sebelumnya tidak ada di seri Guitar Hero.
Stage Tour membawa 90 lagu yang diklaim mencakup berbagai genre dan generasi. Beberapa nama besar yang sudah dikonfirmasi masuk daftar putar antara lain Metallica, Muse, Fall Out Boy, Blink-182, Avril Lavigne, Olivia Rodrigo, hingga grup asal Jepang, Baby Metal.
Kehadiran Baby Metal di daftar lagu menjadi nilai jual tersendiri bagi penggemar musik berat dan pop Jepang. Sementara itu, nama-nama seperti Red Hot Chili Peppers dan Olivia Rodrigo memastikan variasi musik yang cukup luas untuk menarik pemain dari berbagai selera.
Red Octane belum memberikan tanggal rilis spesifik untuk Stage Tour. Yang pasti, game ini dijadwalkan meluncur pada 2026. Belum ada juga informasi mengenai platform mana saja yang akan didukung, apakah PC, konsol, atau keduanya.
Yang jelas, pengumuman ini menandai kembalinya Red Octane ke ranah game ritme setelah lama vakum. Bagi pemain yang tumbuh besar dengan Guitar Hero, Stage Tour bisa menjadi pintu nostalgia sekaligus pengalaman baru yang lebih kompleks.
Pantau terus perkembangan selanjutnya, karena informasi mengenai tanggal rilis dan platform biasanya menyusul setelah trailer perdana seperti ini.