BANDUNG — Usia 20 tahun bagi sebuah perguruan tinggi kerap menjadi fase penentu antara sekadar bertahan atau benar-benar berkembang. USB YPKP Bandung memilih jalan kedua. Di usia yang sama dengan penetapan status universitasnya pada 24 Agustus 2006 silam, kampus ini tidak hanya mempertahankan mutu, tetapi juga menyiapkan lompatan besar menuju panggung global.
Perjalanan institusi ini jauh lebih panjang dari sekadar dua dekade. Akar pendidikannya tertanam sejak 1968 melalui Akademi Bank Nasional (ABN) Cabang Bandung, yang kemudian bertransformasi menjadi AKUBANK, STIE, hingga STT YPKP. Kini, berdasarkan SK DIKTI Nomor 178/D/O/2006, USB YPKP telah menjelma menjadi lembaga yang melahirkan lulusan vokasi, sarjana, hingga pascasarjana.
Status Akreditasi Unggul dari BAN-PT dengan SK Nomor 2253/SK/BAN-PT/Ak/PT/V/2025 yang berlaku hingga 2030 menjadi fondasi utama. Ketua YPKP Bandung, Prof. Dr. H. R. Ricky Agusiady, S.E., M.M., Ak., CFrA., CHRM., menegaskan bahwa capaian tersebut bukanlah garis akhir.
"Kami tidak pernah merasa sudah cukup, tetap kita berinovasi," ujar Prof. Ricky di sela-sela kegiatan peringatan dua dekade USB YPKP, Rabu (26/8/2026).
Inovasi yang dimaksud bukan sekadar wacana. USB YPKP telah menghadirkan sistem pembelajaran hybrid yang memungkinkan fleksibilitas bagi mahasiswa. Selain itu, program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) menjadi jawaban bagi para pekerja yang ingin menempuh pendidikan tinggi lebih cepat dengan mengonversi pengalaman kerja mereka secara akademik.
Rektor USB YPKP, Dr. H. Didin Saepudin, S.E., M.Si., menyebut predikat Unggul ini sebagai modal dasar untuk fase berikutnya. "Unggul ini tidak menjadi akhir dari sebuah capaian," tuturnya.
Fase tersebut diarahkan pada internasionalisasi kampus dan penguatan kemitraan dengan dunia industri. Mengusung tema "2 Decades of Unity for Excellence and Impact", Didin menekankan bahwa kebersamaan antara yayasan, rektorat, dosen, mahasiswa, hingga alumni menjadi kunci utama.
Di tengah gempuran persaingan global dan disrupsi teknologi, Prof. Ricky mengingatkan bahwa tolok ukur utama keberhasilan sebuah universitas tidak pernah berubah. "Kalau universitas itu dipercaya masyarakat, berarti kita sukses," katanya.
Pernyataan itu relevan dengan kondisi industri pendidikan tinggi yang kian kompetitif. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun dari akreditasi, tetapi juga dari relevansi kurikulum terhadap kebutuhan pasar kerja dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Dengan kombinasi status akreditasi tertinggi, program inovatif untuk pekerja, dan kesiapan menghadapi era kecerdasan buatan, USB YPKP Bandung tampak serius mengepakkan sayapnya. Pertanyaannya kini, seberapa jauh lompatan tersebut akan membawa nama kampus kebanggaan Kota Bandung ini di kancah internasional.