Karhutla di Sukabumi Tembus 196 Hektare, Terluas se-Jawa Barat hingga 24 Agustus 2026

Penulis: Luthfi Hakim  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:34:01 WIB
Petugas memantau titik api karhutla di kawasan lahan kering Sukabumi, Jawa Barat, yang terbakar seluas 196,40 hektare hingga 24 Agustus 2026.

SUKABUMI — Ancaman karhutla di Kabupaten Sukabumi kian serius. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, wilayah ini menjadi penyumbang area terbakar terbesar di provinsi tersebut, dengan total 132 kejadian yang melahap 196,40 hektare lahan dan hutan hingga 24 Agustus 2026.

Secara keseluruhan, kebakaran di Jawa Barat tercatat tersebar di 19 kabupaten dan kota, menjangkau 153 desa atau kelurahan di 91 kecamatan. Luas kumulatif lahan yang hangus di seluruh provinsi nyaris menyentuh angka 200 hektare.

Polisi Belum Temukan Unsur Tindak Pidana

Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan warga untuk memantau setiap titik api. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana atau unsur kesengajaan dalam peristiwa karhutla di wilayahnya.

“Kolaborasi dengan Pemadam Kebakaran, belum ditemukan adanya tindak pidana unsur kesengajaan,” ujar Benny kepada sukabumiupdate.com di Parungkuda, Rabu (26/8/2026).

Faktor Geografis dan Cuaca Panas Jadi Pemicu Utama

Benny menjelaskan, topografi Sukabumi yang didominasi pegunungan, dataran luas, dan hamparan lahan kering membuat api berpotensi menyebar cepat. Kondisi ini diperparah dengan suhu udara yang tinggi serta berkurangnya curah hujan di sejumlah titik daerah.

“Karena kita ketahui bersama bahwa hampir sebagian besar wilayah Sukabumi itu kan pegunungan, dataran, hamparan luas. Dan kondisinya memang itu cuaca cukup panas. Curah hujan juga bisa dikategorikan ada beberapa titik daerah yang memang berkurang,” katanya.

Patroli Bhabinkamtibmas hingga Imbauan Larangan Bakar Sampah

Untuk menekan potensi meluasnya kebakaran, jajaran kepolisian tidak hanya mengandalkan laporan warga. Seluruh personel hingga level Bhabinkamtibmas dikerahkan melakukan patroli rutin di wilayah rawan karhutla.

“Saya pastikan seluruh jajaran sampai level Bhabinkamtibmas itu melakukan operasi patroli pencegahan kebakaran,” jelas Benny.

Langkah preventif juga digencarkan melalui edukasi langsung dan media sosial. Masyarakat diimbau menahan diri dari aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

“Salah satunya terkait dengan dilarang untuk melakukan membakar sampah pada titik-titik rawan,” pungkasnya.

Reporter: Luthfi Hakim
Sumber: sukabumiupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top