Pertamina Minta Warga Ikut Awasi BBM dan LPG Subsidi, Kuota 2026 Diprediksi Jebol

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:33:01 WIB
Pertamina Patra Niaga mengajak masyarakat turut mengawasi distribusi BBM dan LPG subsidi agar tepat sasaran.

JAWA BARAT — JAKARTA — Pertamina Patra Niaga membuka ruang partisipasi publik untuk mengawasi distribusi energi bersubsidi. Langkah ini diambil di tengah membengkaknya proyeksi penyaluran BBM bersubsidi tahun ini.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, pengawasan dari masyarakat diperlukan untuk memastikan pendistribusian energi subsidi benar-benar diterima kelompok yang berhak.

"Pertamina mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan serta dan mengawasi serta memastikan penyaluran dan pendistribusian energi subsidi yang tepat sasaran," ujar Roberth saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (27/8).

Dengan pengawasan tersebut, kuota energi bersubsidi diharapkan tidak habis dikonsumsi golongan yang tidak berhak. Pertamina pun menyediakan alternatif BBM dan LPG nonsubsidi bagi masyarakat mampu.

"BBM dan LPG nonsubsidi memiliki keunggulan kualitas dan layanan dari jenis energi nonsubsidi agar dapat digunakan masyarakat menengah ke atas atau masyarakat mampu sehingga tidak mengurangi subsidi energi," kata Roberth.

Prognosa Penyaluran Melampaui Kuota

Imbauan ini dirilis sehari setelah PT Pertamina (Persero) membeberkan prognosa penyaluran BBM bersubsidi yang melewati kuota 2026. Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menyampaikan hal tersebut dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8).

Berdasarkan tren konsumsi hingga 31 Juli 2026, realisasi penyaluran biosolar diprediksi melampaui kuota hingga 9,4 persen. Adapun realisasi pertalite diperkirakan melebihi kuota sebesar 1,7 persen.

Data yang disampaikan Oki menunjukkan realisasi distribusi solar telah mencapai 11,18 juta kiloliter (KL) dari kuota 18,36 juta KL. Sementara itu, realisasi distribusi pertalite mencapai 16,54 juta KL dari kuota 28,69 juta KL.

Penyaluran LPG 3 kg juga tercatat telah mencapai 5,05 juta metrik ton dari kuota 8 juta metrik ton.

Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Masyarakat yang menemukan indikasi penyaluran BBM atau LPG subsidi yang tidak tepat sasaran dapat melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi Pertamina. Partisipasi ini dinilai penting untuk menjaga agar jatah subsidi yang terbatas tidak dinikmati pihak yang tidak berhak.

Pertamina juga mengingatkan bahwa penggunaan BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan LPG nonsubsidi merupakan salah satu bentuk kontribusi masyarakat mampu agar subsidi pemerintah dapat dinikmati warga kurang mampu.

Informasi lengkap mengenai jenis BBM dan LPG nonsubsidi serta kanal pengaduan dapat diakses melalui situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top